Kapolres Sibolga : Revolusi Mental harus diwujudkan yakni, polisi diminta bersikap humanis, tidak antagonis, dan melayani

Kapolres Sibolga : Revolusi Mental harus diwujudkan yakni, polisi diminta bersikap humanis, tidak antagonis, dan melayani
Bagikan

METRORAKYAT.COM  |  SIBOLGA — Kepolisian Resor Sibolga menggelar pelatihan Revolusi Mental di Aula dan di Lapangan Apel Polres Sibolga . Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 7 hari dimulai tanggal 12 s/d 19 agustus 2017. Pelatihan Revolusi Mental ini dibuka langsung oleh Kapolres Sibolga, Ajun Komisaris Besar Polisi Benny R. Hutajulu, SIK.

Benny pada penjelasannya kepada awak media menyampaikan bahwa tujuan digelarnya kegiatan tersebut adalah mengubah mindset/cara pikir dan sudut pandang anggota Polres Sibolga.

Foto Peter.

” Jadi kegiatan ini diberikan oleh  tiga instruktur yaitu Kabag Sumda Polres Sibolga Kompol kamaluddin Nababan, SH, Iptu Togap Sianturi dan kaurbinops Sat Binmas Polres Sibolga Iptu Daniel,” jelas Benny, Sabtu (12/8/2017) di Sibolga.

Lebih lanjut kata Benny, maksud dan tujuan pelatihan ini adalah sebagai tindak lanjut dari sebagaimana Nawa Cita pada butir ke 8 dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, yaitu : ” perubahan karakter bangsa “. Dan oleh Polri dituangkan dalam Quick Wins Polri butir ke enam,  yakni ” Polri sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik “.

Foto Peter.

Materi pelatihan dan pembelajaran yang disampaikan adalah ;

1. NAC ( Neuro Associative Conditioning),

2. IPS ( Inter Personal Skill ),

3. Pendidikan Budaya Anti Korupsi,

4. Duabelas nilai karakter kebhayangkaraan,

5. Berdaulat dalam bidang politik (ilai kewargaan dan nilai dapat dipercaya),

6. berdikari dalam bidang ekonomi ( nilai mandiri dan nilai kreatif),

7. Kepribadian dalam berbudaya ( nilai gotong royong dan nilai saling menghargai ),

8. action plan (rencana aksi) dalam tugas polri dalam hidup bermasyarakat,

9. Implementasi dari action plan tersebut secara nyata di kehidupan sehari-hari dan dalam pelaksanaan tugas polri.

Selain itu juga diberikan game dan energizer, yang berhubungan dengan penerapan nilai diatas ( revolusi mental ), dengan pelajaran secara andragogik (pembelajaran dua arah, diskusi, mengkolaborasi pendapat dan pengalaman kerja masing – masing peserta ), bukan pedagogik ( satun arah), metode yang digunakan: ceramah, tanya jawab, edutainment, diskusi, praktek, entertainment, game, lapangan dan implementasinya.

Foto Peter.

“Pelatihan revolusi mental merupakan program kerja Polres Sibolga, saat ini personil yang mengikuti baik dari Polres serta Polsek jajaran, instruktur sendiri kami siapkan personil yang mumpuni dalam bidangnya” pungkas Benny.

Foto Peter.

Dengan harapan, usai digelarnya pelatihan revolusi mental ini,  peserta dapat mengubah paradigma dulunya dilayani sekarang melayani. Dulunya antagonis sekarang protagonis dan dapat mengubah pola pikir masyarakat kepada Polri yang dulu ditakuti, sekarang menjadi mitra masyarakat. (MR/RED).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.