Ini penyebabnya pedagang di Onan Sibuluan tak mau pindah ke Pasar Terpadu Pandan

Ini penyebabnya pedagang di Onan Sibuluan tak mau pindah ke Pasar Terpadu Pandan
Bagikan

METRORAKYAT.COM  |  TAPTENG  — Sejulah pedagang menyambangi kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tapanuli Tengah, untuk tanyakan kekecewaan mereka karena tidak semua rekannya sesama pedagang pindah ke pasar terpadu Pandan.

“Kami meminta dinas terkait agar meminta pedagang yang masih aktif berjualan di pasar Onan Sibuluan segera ditertibkan kembali, karena pedagang yang berjualan di pasar terpadu Pandan bukan malah bertambah namun berkurang”, ujar salah seorang pedagang, Sabtu (5/8/2017).

Pedang tersebut jelaskan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tapanuli Tengah telah berupaya menyediakan tempat untuk pedagang yang akan pindah ke pasar terpadu Pandan, tempat yang sudah disediakan cukup untuk menampung pedagang yang akan direlokasi. Perindagkop juga sediakan 6 Balerong, 116 kios, 128 lapak, namun sebagian kios semua sudah berisi, akan tetapi pemilik kios masih banyak juga yang belum berjualan.

Hal lainnya, beberapa pedagang mengatakan, kekecewaan pedagang karena faktor transportasi seperti angkutan umum permanen tidak memadai, disamping ongkos becak yang sangat tinggi mencapai Rp.25.000 untuk kepasar terpadu Pandan jadi membuat para pedagang mengeluh untuk berjualan, padahal pendapatan mereka belum tentu satu hari mencukupi untuk kebutuhan sehari – hari.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Berlin Dolok Saribu menjelaskan mulai dibangunnya Pasar Terpadu Pandan, terutama ini dikelola oleh Dinas Pendapatan dan BUMD Tapanuli Growth Jaya hingga sampai tahun 2015 mengakui belum ada kegiatan yang tampak.

“Kemudian pada tahun 2016 kita dipercayakan untuk membangun pasar tersebut, sebelum dioperasikannya pasar tersebut, pihak Perindagkop sembari membersihkan dan membangun lahan yang dulunya seperti sarang hantu”,  ucap Berlin.

Berlin menambahkan, sebelum dibentuknya pasar terpadu Pandan hal tersebut telah disosialisasikan dan melakukan Green Opening.

Foto WARTA Tapanuli News.

“Jadi kita himbau agar para pedagang sekitar yang berjualan di onan, kiranya bisa menempati ruang – ruang yang sudah disediakan di pasar terpadu pandan, yang berada di Jalan Feisal Tanjung,Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah”, tegas Berlin.

Selain itu, Berlin berjanji keluhan pedagang terkait biaya transportasi yang cukup mahal, diperlukan sinergitas untuk membangun pasar tersebut, dan mengharapkan pemerintah menetapkan regulasi trayek angkutan umum permanen. Berlin katakan masuk bahwa trayek itu adalah dari Tugu Ikan ke Perumahan Matahari, Perkantoran Polres Tapteng, Pasar Terpadu Pandan dan Terminal, yang menjadi pendorong agar pasar bisa berjalan.

” Jadi harapan saya kepada pedagang kedepannya harus sama – sama berjuang agar kiranya jangan kembali lagi ketempat yang lama, kalau semua pedagang berjualan di pasar terpadu Pandan otomatis angkutan umum juga pasti kemari, buat pedagang kita sama – sama berdoa agar bupati kita tegaskan soal angkutan umum pasti membuka trayeknya”, tutup Berlin. (Remember/RED).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.