Gara-gara Jalan Morosi Makin Parah, Bupati dan Wabup Konut Rela Mandi Lumpur Buka Jalan Alternatif
METRORAKYAT.COM | SULTRA — Jiwa kepemimpinan yang bermasyarakat mampu ditunjukkan Bupati dan Wakil Bupati (Wabub) Kabupaten Konawe Utara (Konut) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ruksamin-Raup. Terbukti dengan mengunakan seragam lengkap, dibaluti hati yang ikhlas dua pejabat negara itu turun langsung membuka jalan alternatif yang menghubungkan antara Daerah Konut dan Kota Kendari walau mandi lumpur.

Jalan dengan panjang puluhan kilo meter yang dikerjakan itu bertempat di Desa Sama Subur, Kecamatan Motui tepat sekitar wilayah tambak ikan. Jalan kompas yang terhubung kota Kendari dan Konawe itu menembuskan di Desa Kapoiala dan juga Desa Alolama dan pertigaan Samparaa, Kecamatan Sampara. Jika naik pincara (Rakit)
Bupati Konut, Ruksamin sembari memecul tanah timbunan mengatakan, jalan alternatif tersebut dibuat akibat jalan poros Morosi yang dalam pengawasan dan tanggung jawab PPK 10 PJN Wilayah ll Sultra Balai XIV Palu kian bertambah parah.

Sehingga, membuat masyarakat semakin kesulitan untuk menempuh jalur tersebut. Bahkan, kata pria bertubuh tinggi besar ini tak sedikit yang mengalami kecelakaan akibat jalannya yang berlumpur, licin dan penuh kubangan lumpur setinggi lutut orang dewasa.
“Saya sangat prihatin dengan masyarakat saya. Apalgi kalau ada pasien yang mau dirujuk ke rumah sakit kendari selalu mendapat kendala gara-gara jalan di morosi ini. Bagaiman kalau pasiennya sudah sekarat sementara saat ini untuk menempuh kota kendari dari awalnya 2 jam saja sekarang sudah jadi 5 sampai 6 jam yang tadinya bisa ditolong jadi terlambatmi,”Kata Ruksamin, Minggu (6/8/2017).
Mantan Ketua DPRD Konut ini Melanjutkan, molonjaknya harga sembilan bahan poko (Sembako), gas LPG hingga dua kali lipat dari harga normal, serta kelakahan pasokan barang sampai mengalami kekosongan itu diakibatkan rusaknya jalan morosi. Sehingga. Ini yang menjadi alasan para distributor enggan memasokkan barang dagangannya diwilayah Konut.
“Kalau jalan ini sudah bisa dilintasi, kan bukan hanya masyarakat Konut saja yang menikmati tapi seluruh masyarakat dari mana saja, apa itu Konawe, Kendari atau Sulawesi Tengah sudah bisa melewati tanpa harus mengantir berjam-jam lagi sampai mengalami kerusakan akibat kandas dijalan morosi,”Terangnya.
Ketua DPW Partai PBB ini menambahkan, untuk lebih memaksimalkan kegiatan tersebut dirinya juga menurunkan tim jajaran Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Konut.

“Yang sangat memprihatinkan, bukan main kalau lewat morosi kalau kandas kita punya mobil dikubangan lumpur untuk biyaya tarikanya saja itu Rp 200 sampai Rp 300 ribu. Kasian orang harus mengeluarkan uang sebanyak itu. Kalau sudah ada jalan alternatif ini Insya Allah kita semua bisa terbantu. Saya lakukan ini untuk kepentingan masyarakat umum,”pungkasnya.
Hingga berita ini dinaikkan jalan tersebut masih terus dikerja oleh pihak Pemda Konut dibawah kendali Bupati dan Wakil Bupati Konut dengan menurunkan alat berat seperti eksapfator dan ratusan red tanah timbunan untuk meratakan jalan tersenbut. Sementara kendaraan yang hendak menuju Kota Kendar dan Konawe sudah bisa menggunakan jalur alternatif tersebut.(MR2/Jefri)
