Pemkab Tapteng tertibkan warung remang-remang beserta pelayan cafe dan lelaki hidung belang…
METRORAKYAT.COM | TAPTENG — Menindaklanjuti instruksi Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani tentang penertiban warung remang-remang, Satpol PP kembali menggelar razia dan berhasil mengamankan sebanyak 26 pelayan kafe dan 2 orang pria. Saat razia, seorang pria tertangkap basah sedang ‘gituan’ bersama pelayan kafe.
Kepala Satpol PP Tapteng Hikmal Batubara yang ditemui di kantornya usai menggelar razia pada Kamis (13/7) sekira pukul 03:30 WIB dini hari menjelaskan bahwa sebanyak 26 orang wanita pelayan kafe dan 2 orang pria yang telah diamankan di kantornya itu terjaring dari 3 wilayah kecamatan di Tapteng. Pihaknya juga menyita beberapa botol minuman keras.

“Seluruhnya ada 28 orang, 26 orang perempuan dan 2 orang pria. Ini semua dari Kecamatan Sorkam Barat 5 titik, Kecamatan Sorkam Induk 2 titik dan Kecamatan Tapian Nauli (Panakkalan) 5 titik,” papar Hikmal kepada wartawan.
Ia juga menuturkan, dari 26 wanita pelayan kafe itu, ada seorang yang masih di bawah umur.
“Ada tadi satu orang masih di bawah umur, 16 tahun. Kalau pengakuannya, dia warga Medan. Dapatnya tadi dari Kafe Panangkalan,” katanya.

Hikmal menuturkan, terhadap 26 wanita pelayan kafe yang telah terjaring razia itu, akan dikirim ke Panti Rehabilitasi Wanita (Parawasa) Brastagi untuk dilakukan pembinaan.
“Ya, sesuai instruksi pak bupati, kita akan kirim ke Parawasa. Kalau soal lamanya nanti mereka di sana, tergantung pihak Pembina. Paling lama sekitar 1 tahun. Pembinaannya, seperti menjahit, menyulam. Ya, harapannya agar mereka dikembalikan nanti bisa bekerja sesuai ilmu yang didapat di sana dan tidak kembali ke pekerjaan mereka sebelumnya,” ucapnya.

Sementara, terhadap 2 pria yang turut terjaring dalam operasi yang digelar Satpol PP Tapteng bersama Polres Tapteng dan Dandempom itu, akan dikembalikan kepada keluarga.
“Laki-laki ini kan ada satu orang berinisial HM (35) yang tertangkap basah lagi ‘gituan’ tadi sama pelayan kafe itu. Jadi mereka nanti kita kembalikan ke pihak keluarga setelah pihak keluarga mereka datang ke sini. Satu lagi berinisial RL (34),” katanya.
*Tidak Ada Yang Boleh Lepas
Mendapat informasi terjaringnya 28 orang saat razia, Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani langsung mendatangi kantor Satpol PP Tapteng dan menegaskan bahwa 26 orang pelayan kafe itu harus dikirim ke Parawasa.

“Saya akan kirim kalian semua ke Parawasa, satu orang pun tidak boleh ada yang lepas. Merusak Tapanuli Tengah kalian semua. Kita lagi memajukan kampung kita, kalian merusaknya,” ujar Bakhtiar kepada para wanita pekerja kafe itu.
Mendapat informasi bahwa adanya anak di bawah umur yang terjaring razia dan 2 orang pria yang seorang di antaranya tertangkap basah sedang ‘gituan’, sontak membuat Bakhtiar tambah berang dan menegaskan kepada Kepala Satpol PP agar melaporkan hal itu ke pihak kepolisian.
“Laporkan kedua tempat dan kedua orang ini ditangkap, pidanakan, karena menyediakan tempat prostitusi, penjarakan saja itu (pemilik kafe),” tegasnya.
Mendengar pernyataan Bakhtiar, puluhan pelayan kafe itu menangis dan meminta agar tidak dikirim ke Parawasa.
“Tolong, Pak, minta ampun, Pak. Jangan dikirim kami, Pak,” ujar para wanita itu memelas.
Kepada wartawan, Bakhtiar kembali menegaskan bahwa para pemilik kafe yang terbukti menyediakan tempat portitusi, akan dipidanakan.
“Kita lihat siapa pemiliknya, dimana izinnya, kita pelajari semuanya. Yang ketahuan tempat portitusi, kita adukan ke kepolisian secara resmi, tempat-tempatnya kita minta bongkar,” tegasnya.
Ia menuturkan, operasi yang dilakukan itu merupakan bukti nyata keseriusan Pemkab Tapteng yang dipimpinnya untuk memberantas lokasi-lokasi maksiat.
“Mereka harus melihat malam ini keseriusan kita bukan hanya saat bulan Ramadan, tapi sampai tuntas, sampai tutup semua, sampai tuntas ke akar-akarnya,” katanya.
Hal itu dilontarkannya mengingat pemerintah menginginkan Tapteng menjadi wisata religi dan tidak tercemar akibat adanya lokasi-lokasi tersebut.
“Kita mau ada wisata religi. Kita mau ada wisata alam kita, kita mau wisata yang demikian, tidak rusak dengan orang-orang seperti ini,” ucapnya. (MR/NT).
