Biasanya Kalau Sudah Jadi Kapolreskan Tinggal Perintah Anggota Saja, Tetapi Tidak Dengan Dedy Tabrani,Ini buktinya…
METRORAKYAT.COM | SIDIKALANG — Biasanya kalau sudah menjadi Kapolres, adalah orang yang tergolong memiliki jabatan atau sebagai pejabat publik setara dengan pejabat jajaran Bupati / Walikota jika dipemerintahan namun tidaklah lumrah jika melakukan hal seperti ini. Ini buktinya seorang Kapolres yang mau melayani anggotanya untuk hal penyediaan konsumsi, tanpa harus menunggu anggota yang bisa diperintahkan. Ajun Komisaris Besar Polisi Dedy Tabrani namanya. Alumnus SMAN 1 Jeumpa Puteh, Banda Aceh ini menyenangi hobby memasak. Maka, bisa kita bayangkan saja kalau yang dimasak seorang Dedy pasti lezat. Itulah yang kita bayangkan, dan kalau mau cicipi hasil masakan perwira menengah yang satu ini, maka kita harus beranjak menuju kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Di Polsek Menteng ia dikenal sering membawa tradisi kuliner Aceh. Di mana ia rutin memasak Kuah Beulangong. Di tempatnya saat ini bertugaspun, Dedy masih mau menjadi koki untuk para anggotanya. Seperti halnya yang dia lakukan saat akan menggerebek para penambang emas ilegal di kawasan hutan Desa Huta Usang, kecamatan Tiga Baru, Kabupaten Dairi , Sabtu (22/7/2017).

Kala itu, romobongan pasukan polisi ini berjalan dari Mapolres Dairi ke kampung yang akan dituju memakan waktu selama 2,5 jam lamanya. Sedangkan memasuki kawasan hutan dari perkampungan harus ditempuh dengan berjalan kaki selama 5 jam lamanya. Bisa dibayangkan begitu susah dan sangat letih kalau kita mengerjakannya sendiri, bukan ?

Dengan cuaca yang dingin, ditambah dengan kecapekan dan rasa lapar, usai penggerebekan dan penangkapan dilakukan, Dedy Tabrani memulai pekerjaan berikutnya, yakni memasak. Uniknya, Dedy Tabrani memasak makanan bukan untuk dirinya sendiri, namun untuk anggota juga yang hadir mendampinginya sejumlah 30 personil.

Luar biasa, dimana-mana jarang ditemukan Kapolres seperti yang satu ini, karena disamping memasak sebagai hobby, pekerjaanpun dalam rangka mengabdi kepada Bangsa dan Negara selalu dinomor satukan. Ini buktinya, Dedy Tabrani tidak mau duduk santai, sebenarnya cukup saja perintahkan anggota untuk lalukan penangkapan atau masak makanan buat pejabat yang satu ini. Namun, bagi Dedy hal itu tidak mau dia lakukan, karena menjadi pemimpin adalah menjadi pelayan.

Mantan Kasat Narkoba Polres Aceh Besar ini kepada www.metrorakyat.com saat ditanyai bagaimana kisahnya menjadi seorang Kapolres dan bagaimana perasaannya menjawab bahwa jabatan adalah amanah, dan jabatan bukan untuk dibanggakan namun dilaksanakan sesuai dengan tugas utamanya. Dedy mengatakan bahwa menjadi Kapolres adalah kehormatan, namun menjaga nama baik pada posisi sebagai pimpinan di wilayah hukum Dairi adalah beban yang besar. Karena, sebagai Kapolres harus bisa menjadi panutan bagi anggotanya agar suatu hari nanti para anggota ketika terpilih juga menjadi pemimpin di regunya bisa mengimpelementasikan apa yang sudah kita buat.

“Kalau oknum pemimpinnya nakal, atau sukanya perintah saja itu bukanlah cerminan sebagai pemimpin sejati menurut saya. Menjadi pelayan dan pengayom masyarakat dan pelindung bukanlah gampang. Jangan hanya disebutkan saja namun melaksanakannya tidak mau. Itu bukanlah cerminan sebagai pemimpin menurut saya. Maka, ketika saya dipilih menjadi Kapolres di kabupaten Dairi ini, maka saya harus bersungguh-sungguh untuk mewujudkannya, bagaimana membuat masyarakat Dairi tenang, aman dan nyaman adalah dambaan kita bersama. Kapolres adalah jabatan yang harus dipertanggungjawabkan dengan mau bertugas dengan tulus, ikhlas dan rela berkorban”, ujar Dedy Tabrani yang dikenal anggotanya sebagai sosok pandai bergaul dan taat beragama ini.
Masih kata anak ke-empat dari empat bersaudara ini, bahwa jabatan ini hanya menjadi perantara amanah yang diterima dari Tuhan Yang Maha Esa sebagai dasarnya, bagaimana berbuat kebaikan bagi masyarakat dan memberikan perlindungan hukum bagi yang membutuhkannya itulah hal yang harus dilakukan olehnya. Tak heran, kalau Dedy Tabrani menjadi sosok panutan bagi para jajarannya di Polres Dairi.
Kapolres yang satu ini tidak haus popularitas, namun media yang mencoba intens dengan sosok pria kelahiran Banda Aceh, 15 Oktober 1976 ini ternyata ramah dan tegas dan sedikit berbicara dengan banyak bekerja sehingga menuliskan kesemua hal yang dilakukannya dengan jujur dan tanpa rekayasa. Itulah Dedy Tabrani. (MR/RED).

