Wakil Bupati Nisbar Khenoki Waruwu: AA Gulo Jangan Alergi So’al Defisit yang Sedang Melanda Nias Barat
METRORAKYAT.COM | NIAS BARAT — Mantan Bupati AA Gulo jangan alergi soal defisit yang sedang melanda Nias Barat saat ini, itu tanggungjawab kami dan bukan kepadanya kami pertanggungjawabkan tetapi kepada DPRD.” tegas Wakil Bupati Nisbar Khenoki Waruwu kepada metrorakyat.com melalui seluler, Senin (12/06/17)

Hingga detik ini, masyarakat Nisbar sedang dihebohkan soal defisit yang mencapai 125 miliar rupiah, hingga tuding menudingpun mulai muncul dari berbagai pihak, salah satunya pernyataan Kepala Badan Pengelolaan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD) Faolombowo Gulo melalui pemberitaan di Media Sinar Indonesia Baru (SIB) tanggal 22 Februari 2017 hal itu disampaikannya saat Amanat Pejabat Nias Barat pada apel hari Senin Mengatakan Bahwa “Defisit itu berasal dari pemerintahan lama”.
Mantan Bupati Nisbar Andianus Aroziduhu Gulo periode 2011-2016 kurang berterima atas tudingan tersebut hingga akhirnya dia membeberkan apa yang menjadi dampak defisit yang sedang melanda Pemkab Nias Barat saat ini.
Melalui pemberitaan dibeberapa media Online, dan bahkan penjelasan AA Gulo sebanyak lima halaman yang telah ditandatanganinya diatas meterai 6000 diserahkan kepada media untuk di publikasikan, dan mengatakan kepada wartawan bahwa dia siap mempertanggungjawabkan semua itu dihadapan hukum.
Belum lama ini Wartawan MetroRakyat.com menemui beliau ditempat kediamannya di Gunungsitoli untuk mengkonfirmasi pernyataanya di beberapa media, yaitu soal defisit yang melanda Nias Barat saat ini.
Mantan Bupati Nias Barat Andianus membenarkan pernyataannya tersebut.
“Pernyataan saya di beberapa media itu benar, saya siap mempertanggungjawabkannya di hadapan hukum, Mana mungkin defisit itu berasal dari pemerintahan lama, sementara diakhir jabatan saya masih terdapat silpa sekitar 37 miliar,” jelas AA Gulo.
Khenoki Waruwu angkat bicara soal silpa 37 miliar itu, dan mengatakan kepada MetroRakyat.com melalui seluler bahwa masih banyak yang belum terbayarkan kepada pihak ketiga semasa pemerintahan AA Gulo salah satunya kepada rekanan Ama Rope gulo sebesar 500 juta rupiah dan masih banyak lagi yang lain – lainnya.
“Yang disampaikan Kepala BPKPAD melalui pemberitaan itu benar, bahwa defisit itu sebagian berasal dari pemerintahan lama dan bukti datanya ada sama dia silahkan diambil sama Kepala BPKAD,” jelas Khenoki Waruwu kepada MetroRakyat melalui seluler, sembari menyuruh wartawan menemui Kepala BPKPAD untuk konfirmasi terkait data tersebut.
(MR2/BW-red)
