Seminar Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Nias Barat
MetroRakya.com I Nias Barat-Dinas Pariwisata dan Budaya menyelenggarakan seminar rencana induk pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Nias Barat yang dihadiri Bupati Nisbar Faduhusi Daeli, S.Pd, Tim Dari ITB, Sekda Sabaeli Gulo, SKPD dan peserta lainnya. Selasa (13/06/2017), bertempat di ruangan AFO Bappeda.
Sekdis Pariwisata dan Budaya Rosedi Daeli, SE., MM menyampaikan laporan Ketua Panitia bahwa, pelaksanaan Seminar rencana induk pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Nias Barat berdasarkan dengan UU No. 10 Tahun 2009 tentang kepariwisataan.
Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2011 tentang rencana induk pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025 (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 125, tambahan lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5262), Peraturan Bupati Nias Barat No.1 Tahun 2017 tentang penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Nias Barat Tahun 2017 ( Berita Daerah Kabupaten Nias Barat Tahun 2017 No. 1), sebagaimana telah diubah dengan peraturan Bupati Nisbar No. 14 Tahun 2017 tentang perubahan atas peraturan Bupati Nias Barat Nomor 1 Tahun 2017 tentang penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Nias Barat Tahun Anggaran 2017 (Berita Daerah Kabupaten Nias Barat Tahun 2017 Nomor 14) dan Keputusan Bupati Nias Barat Nomor 556 tahun 2017 tentang pembentukan Panitia pelaksanaan Penyusunan Pembangunan Kepariwisataan Kabupaten Nias Barat TA. 2017.
Bupati Nisbar Faduhusi Daeli menyambut baik kedatangan Tim dari ITB dan berharap kepada peserta dan berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan Kepariwisataan agar bergandengan tangan untuk memajukan Pariwisata di wilayah Kabupaten Nias Barat.
Tim dari ITB Ina Koeswara mengatakan pada penyampaian materi bahwa prinsip pembangunan Kepariwisataan terdapat tiga item yang sangat penting untuk dipahami, yakni.
1. Pembangunan Pariwisata berwawasan budaya dan berbasis masyarakat
2. Pembangunan Pariwisata berbasis mitigasi bencana
3. Pembangunan pariwisata berkelanjutan
Untuk mencapai ketiga hal diatas Tim dari ITB menyampaikan beberapa konsep dan rumus untuk pengembangan Pariwisata Kabupaten Nias Barat.
Salah satu isi materi yang disampaikan yaitu mengenai Misi Destinasi Pariwisata yang mengarah pada pembangunan Pariwisata dan budaya. Melalui pembangunan, pengembangan, dan pengelolaan sumber daya Pariwisata alam pesisir, laut, pulau – pulau kecil dan budaya khas Nias Barat, serta dukungan aksebilitas, prasarana umum, fasilitas umum, fasilitas Pariwisata, pemberdayaan masyarakat dan pengembangan investasi yang berbasis sistim mitigasi bencana.
“Nias barat memiliki daya tarik yang sangat luar biasa. Misalnya Kawasan Strategis Ekowisata Bahari Kepulauan Hinako, kawasan strategis rekreasi Pantai Sirombu, kawasan stategis Wisata Budaya Lahomi – Ulumoro’o, kawasan pengembangan Wisata Budaya Megalit, kawasan pengembangan Ekowisata alam Moi Mandrehe Utara dan kawasan pengembangan Wisata minat khusus Moro’o – Mandrehe Utara,” ungkap Ina Koeswara.
(MR2/BW/red).
