Para Bocah Ini Diamankan Polisi, Ini Penyebabnya…
METRORAKYAT.COM | JAKARTA— Selama bulan suci Ramadan tahun ini, aksi pelemparan batu terhadap bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Jalan lingkar selatan sebelah barat RM Sop Ari marak terjadi, hal ini membuat resah sopir bus karena bisa mengancam keselamatan penumpang.
Kapolres Kebumen AKBP Titi Hastuti melalui Kasubbag AKP Willy Budiyanto mengatakan, atas kejadian tersebut dari agen Bus Efisiensi melaporkan ke Polres Kebumen, Rabu (21/6/2017).
Oleh pihak Polres Kebumen malamnya langsung diadakan penyelidikan di jalan lingkar selatan, tepatnya di sebelah barat RM Sop Ari.
Dari penyelidikan itu, petugas berhasil mendapati segerombolan anak-anak yang sedang berada di tepi jalan sambil memegang batu.
Kasubbag Humas mengatakan, sebanyak 8 anak itu ditangkap adalah anak-anak dari Desa Adikarso, Kecamatan Kebumen.
Kepada petugas, anak-anak ini mengaku sengaja melempar kaca bus hanya untuk iseng bersama teman-teman.
“Mereka biasanya dilakukan malam hari setelah sholat tarawih dan mencari kesenangan setelah mereka berhasil melempar bus yang melintas,” kata AKP Willy.
Diketahui sebanyak 11 armada bus Efisiensi menjadi korban pelemparan batu itu selama dua bulan terakhir ini, puncaknya saat bulan ramadan dari kaca bagian samping pecah hingga kaca depan bus.
Selain bus Efisiensi juga ada bus-bus lain yang menjadi korban pelemparan itu seperti bus Sinar Jaya, Murni Jaya, Sumber Alam dan masih banyak yang lain.
“Anak-anak itu mengakui mereka asal saja melempar batu tidak memilih-milih bus yang dilempar dengan batu, ada bus yang melintas langsung dilempar,” kata AKP Willy.
Kedelapan anak ini masih dibawah umur selanjutnya diserahkan kembali kepada orangtua mereka untuk mendapatkan pembinaan.
Meski begitu, anak-anak ini juga diberikan sanksi pembinaan dan wajib lapor ke Polres Kebumen.
“Untuk diketahui bahwa perbuatan pelemparan batu itu merupakan perbuatan melanggar hukum,” pungkas Kasubbag Humas. (MR/TRI).
