Herri Zulkarnain Hutajulu Ajak Warga Helvetia Jauhi Narkoba
METRORAKYAT.COM |MEDAN – Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Medan, Drs Herri Zulkarnain Hutajulu MSi mengajak seluruh warga Helvetia untuk bersama-sama menjauhi narkoba. Menjauhi bukan berarti tidak peduli terhadap peredaran narkoba yang ada dilingkungannya, namun melaporkan jika ada mengetahui peredaran narkoba ataupun Bandar narkoba di sekitar lingkungan kepada pihak kepolisian.“Masalah narkoba, di kota Medan adalah darurat narkoba. Kita lah yang harus menjaga lokasi kita. Baru-baru ini digrebek di dekat rumah Sekda dan ternyata dari situ dikendalikan perdagangan narkoba sampai ke Jakarta dan internasional. Kita tidak ingin generasi kita hancur karena narkoba. Bapak dan ibu sekalian tidak mau anaknya terlibat narkoba, sudah banyak orantua resah akibat anak atau keluarga mereka terkena narkoba, barang-barang yang ada dirumah habis dijual demi mengkonsumsi barang haram tersebut,” jelas anggota DPRD Kota Medan dari Partai Demokrat ini saat pelaksanaan reses-II anggota DPRD Kota Medan tahu 2017 dari Dapil-3, Kamis (22/6). Turut hadir Camat Helvetia, Tengku Chairuniza SSos. Dan Tausiah disampaikan Ustad Damri Tambunan.
Selain masalah narkoba, Herri juga mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkuahan dan tidak membuang sampah sembarangan.
“ Banjir selain drainase yang sudah rusak, tumpukan sampah juga dapat menyebabkan saluran drainase sumbat, yang mengakibatkan banjir,” terangnya.
Pada reses anggota Komisi A DPRD Kota Medan ini, warga masyarakat Kec.Medan Helvetia juga mengeluhkan masalah lampu penerangan jalan, jalan berlobang dan lainnya.
Pidel Sihite, warga lingkungan VI, Kel. Helvetia Timur pada kesempatan tersebut mengatakan bahwa di lingkungan mereka saat ini sangat membutuhkan perbaikan drainase. “ Sudah lama dilingkungan kami tidak pernah dibangun saluran drainase, sehingga kami secara swadaya membangun saluran parit sendiri dengan mengorek saluran parit baru agar air sisa dari rumah tangga dapat dialirkan ke parit besar yang ada di pinggir Jalan Pembangunan,” bebernya.
Permasalahannya, lanjut pak Sihite lagi, karena saat itu saluran parit tidak di semen atau di cor, lama-kelamaan tanah didasar parit terkikis dan dikhawatirkan tembok milik salah satu restoran ternama dikota Medan rubuh karena pundasi tanahnya sudah kropos. “ Kepada Bapak Herri Zulkarnaen, kiranya dapat meneruskan aspirasi kami ini ke Instansi terkait, agar Pemko Medan membuat drainase di lingkungan kami yaitu di Jalan Pembangunan, Gg.Safari Kelurahan Helvetia Timur,” terangnya.
Menjawabnya, pengusaha Milenium Plaza ini mengatakan, akan menyampaikan keluhan warga perwakilan jalan Pembangunan Gg.Safari Kel.Helvetia Timur tersebut, untuk dibawakan ke paripurna, agar tahun depan Pemko Medan dapat memasukkannya ke APBD Kota Medan 2018 mendatang. “ Ada usulan prioritas dan Pemko Medan pastinya akan membangun yang lebih prioritas terlebih dahulu, namun bukan berarti membiarkan keluhan masyarakat lainnya,” tambah Herri.
Selain itu, Herri juga menyinggung tentang masalah KTP, banyak sekarang KTP kita yang sudah habis masa berlakunya. Sebenarnya E-KTP itu seumur hidup, dan tidak perlu diperpanjang. Blankonya juga saat ini terbatas, jadi yang diutamakan adalah anak muda yang berumur 17 tahun, yang formula pertama. Itu diutamakan, dan itu pun masih kurang. Gara-gara terjadinya korupsi di E-KTP sehingga korbannya adalah kita. Lebih lanjut dikatakan Herri, di Kota Medan ini masih banyak kekurangan disana sini. Tolong apa yang bisa kami perjuangkan supaya Kecamatan Helvetia ini bisa lebih baik dari kecamatan lainnya. Itulah maka saya datang ke tempat ini. Sekaligus silaturahmi dengan bapak/ibu sekalian yang dulu mungkin mendukung dan memilih saya dan pas waktunya di bulan suci ramadhan ini, saya datang bersilahturahmi.
“ Kita jangan bosan-bosan untuk mengajukan dan mengusulkan daerah kita masing-masing. Walaupun anggaran terbatas, karena Rp5,8 triliun dibagi dua menjadi sekitar Rp2,8 triliun untuk pembangunan di 21 Kecamatan. Karena di Belawan itu juga cukup parah pembangunan jalannya. Kalau tidak bisa terealisasi, kami akan perjuangkan anggaran berikutnya, ujar Herri.(MR10/red)
