Forum Group Discussion Digelar di Kabupaten Humbang Hasundutan
METRORAKYAT.COM | HUMBANG HASUNDUTAN – Kesenian atau seni budaya tumbuh dan berkembang dalam sebuah peradaban karena pada dasarnya manusia membutuhkan pemuasan perasaan akan hal-hal yang indah, keindahan ini tereksperesikan melalui seni musik, tari dan theater. Kesenian akan terus hidup dan berkembang didalam suatu komunitas baik yang tingkatnya kecil seperti masyarakat desa, hingga masyarakat yang luas seperti dalam suatu kelompok etnik, bangsa dan bahkan dunia.
Hal ini dikatakan Wakil Bupati Humbahas Saut Parlindungan Simamora dalam acara kegiatan Forum Group Discussion (FGD) di Kabupaten Humbang Hasundutan bertempat di Aula Huta Mas Doloksanggul, Jumat (16/6). Hadir dalam acara itu Asisten Ekonomi dan Pembangunan Drs Lamhot Hutasoit dan nara sumber yaitu Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Drs Unggul Sitanggang MSi, Drs Sihat Simanungkalit dan Nelson Lumbantoruan M.Hum.
Saut Parlindungan Simamora menambahkan seni budaya akan terus berkembang jika di fungsional dalam masyarakat dan akan mati atau pupus jika tidak lagi berfungsi. Fungsi seni dalam masyarakat diantaranya adalah sebagai hiburan, komunikasi, dinamika sosial, ritus dan lain-lain. Sebagai contoh dalam kebudayaan masyarakat batak toba terdapat tor-tor atau gondang yang gunanya untuk mengiringi acara adat. Tidak jarang seni budaya di fungsikan untuk dunia kepariwisataan yang bertujuan untuk menambah pendapatan asli daerah serta kunjungan wisatawan. Humbang Hasundutan kabupaten yang terletak dikawasan danau toba juga memiliki kesenian dan kebudayaan khas batak toba. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat memunculkan seni dan budaya yang khas dari Kabupaten Humbang Hasundutan yang dapat menjadi ikon atau ciri khas dari kabupaten ini yang dalam waktu dekat dapat dipertunjukkan di festival danau toba yang akan dilaksanakan di Kecamatan Baktiraja Kabupaten Humbang Hasundutan pada bulan Desember ini.
Pemerintah Kabupaten Humbang Hasundutan bertekad mengembangkan serta melestarikan kebudayaan asli budaya batak, terlebih dalam menghadapi era globalisasi. Ekstensi kesenian tradisional dan kearifan lokal budaya yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan dapat terus dilestarikan dan dikembangkan. Dinas Pariwisata Kabupaten Humbang Hasundutan meyelenggarakan kegiatan ini sebagai forum untuk melakukan diskusi dengan komunitas seni budaya yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan. Forum Group Discussion (FGD) ini diharapkan dapat menjadi bahan acuan bagi Dinas Pariwisata Kabupaten Humbang Hasundutan dan komunitas seni budaya dalam mengembangkan seni dan budaya di Humbang Hasundutan sebagai salah satu unsur untuk mendukung kemajuan pariwisata. Melalui forum ini diharapkan dapat menemukan masukan-masukan berarti untuk mewujudkan program yang selaras dan berkesinambungan dalam melestarikan seni budaya di Kabupaten Humbang Hasundutan.
Akhir sambutannya, Wakil Bupati Humbahas menyampaikan pantun. Simpan dasi di dalam kotak, tapi sayang belum dicoba. Mari kita lestarikan seni dan budaya batak, demi terwujudnya pariwisata danau Toba. Keluarga jauh jangan lupa ditelepon, supaya silahturahmi tidak terhambat. Selamat mengikuti Forum Group Discussion, agar tercipta pariwisata Humbahas hebat.
Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut Elisa Marbun melalui Kabid Sejarah dan Kepurbakalaan Drs Unggul Sitanggang mengatakan melalui Forum Group Discussion (FGD) yaitu salah satu kegiatan pendukung dalam pengembangan pariwisata di Humbahas. Karena Humbahas salah satu daerah strategis pengembangan pariwisata di wilayah cakupan Danau Toba dengan potensi pariwisatanya.
Dengan kegiatan ini, akan melahirkan format pengembangan pariwisata Humbahas kedepan, bersama sama dengan masyarakat komunitas pariwisata yang nantinya akan melahirkan duta Nasional di bidang pariwisata dan kebudayaan. “Masyarakat bersama-sama dengan pemerintah turut serta mendorong percepatan pengembangan pariwisata di Humbahas termasuk melestarikan segala seni dan budaya, dan menjadi acuan pembangunan Pariwisata kedepan di Humbahas” tambah Unggul Sitanggang.
Kadis Pariwisata Hotmaida Dina Uli Butarbutar ST MT mengatakan kegiatan Forum Group Discussion (atraksi, pagelaran budaya) sebagai media untuk melakukan dialog dengan komunitas budaya dan sanggar seni yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan. Tentunya dialog tersebut diharapkan dapat menjadi bahan acuan bagi Dinas Pariwisata Humbang Hasundutan, komunitas seni budaya dan sanggar seni dalam mengembangkan seni dan budaya yang menjadi ciri khas yang dapat dikembangkan dan dilestarikan.
Setelah acara ini dikuti, diharapkan adanya data mengenai atraksi, seni dan budaya khas Humbang Hasundutan yang dapat dikembangkan. Percepatan pencacatan, pengusulan WBTB (warisan budaya tak benda) di daerah dan pengusulan tingkat nasional. Kemudian terwujudnya kerjasama dan koordinasi secara terpadu dalam pembangunan bidang seni dan kebudayaan antara Dinas Pariwisata dan komunitas penggiat seni dan budaya. Lahirnya program-program strategis serta berkesinambungan yang bersifat kontribusi yang berfokus pada bidang seni dan kebudayaan. Kegiatan ini mengambil tema “Membangun komunikasi untuk membangkitkan ciri khas seni budaya Kabupaten Humbang Hasundutan.(MR/FDP-red)
