Diduga Dikondisikan, Jenazah Lisman Giawa Diautopsi Tanpa Persetujuan Istri dan Keluarga. Keluarga Curiga Bahwa Hasil Autopsi Tidak Benar…

Diduga Dikondisikan, Jenazah Lisman Giawa Diautopsi Tanpa Persetujuan Istri dan Keluarga. Keluarga Curiga Bahwa Hasil Autopsi Tidak Benar…
Bagikan

METRORAKYAT.COM  |  MEDAN — Jenazah Lisman Giawa (39) disemayamkan di rumah duka dikawasan jalan Jermal 11, Medan. Pihak keluarga akan menempuh jalur hukum dan memilih akan mengadukan secara resmi AKBP. Yemi Mandagi,SIK., sebagai Kepala Kepolisian Resort Pelabuhan Belawan ke Kepala Kepolisian Republik Indonesia di Markas Besar Polri dan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo di Istana Negara. Hal ini disampaikan Marlena Zebua kepada www.metrorakyat.com saat disambangi di rumah duka, Jumat (16/6/2017) sekira pukul 09.00 wib. Pihak keluarga memastikan melakukan hal ini disebabkan banyaknya kejanggalan pasca tewasnya LG, dan proses autopsi yang dilakukan pihak Polres Pelabuhan Belawan tanpa izin dari pihak keluarga. Keluarga menduga ada dugaan upaya pengkondisian dan pengaburan fakta hal-hal yang menyebabkan kematian ayah tiga anak tersebut.

Salah seorang kerabat kandung LG mengatakan bahwa diduga kuat LG disengaja harus tewas pasca disangkakannya sebagai salah satu pelaku pengeroyokan hingga tewasnya oknum Polri berinisial J. Tarigan beberapa waktu lalu.

“Kami sama sekali tidak tau apa-apa, dan autopsipun kata adik saya (red-Marlena Zebua) tidak diketahuinya dan nggak ada sama sekali pemberitahuan untuk minta izin. Kami tak tau apa bisa begitu, asal diautopsi saja walau nggak ada izin dari Polisi. Kami sangat menyayangkan pihak Polres Belawan karena tidak seperti polisi yang benar-benar mau menegakkan hukum dan menjadi pelindung masyarakat. Kami terima konsekuensi kalau adik kami LG adalah salah satu pelakunya. Tapi, LG juga berhak untuk diadili dan bukan malah dihabisi kayak gini. Didadanya ada bekas luka koyak, karena kata almarhum sebelum meninggal di rumah sakit bahwa dia dipukuli dan distrum pakai listrik. Apa begini caranya polisi bekerja untuk mengungkap kejahatan. Kami sangat curiga kalau Polres Belawan mau mengkondisikan situasi pasca meninggalnya adek kami, karena kalau ditanya oleh pihak wartawan pasti mereka (red-Polres Belawan) akan membantah dan bilang kalau sudah diautopsi. Dan mereka katakan bahwa adek kami meninggal karena sakit. Itu opini Kapolresnya, dan jangan ditutupi fakta yang ada. Kalau terindikasi bahwa akan terkuak faktanya maka untuk kesekian kalinya Polri tidak mendapatkan kepercayaan publik lagi. Biarlah pihak pengadilan menjadi penentunya bahwa benar atau bersalahnya si tersangka, bukan menjadi hak polisi menurut saya untuk menjadi hakimnya”, pungkasnya dan meminta namanya tidak disebutkan.

Sekedar diketahui, Lisman Giawa, 39 tahun, tewas setelah menjalani perawatan di di RS Bhayangkara Medan, Rabu (14/6). Almarhum adalah terduga sebagai salah satu tersangka pembunuhan Aipda Jakamal Tarigan di jalan Serbaguna, Pasar 4, Desa Helvetia, Kec. Labuhan Deli, Kab. Deliserdang, Jumat (2/6) sekitar pukul 23.30 WIB. Giawa dikabarkan meninggal setelah sempat dibantarkan petugas Polres Pelabuhan Belawan untuk dirawat di rumah sakit Polri itu sejak Senin (12/6).
“Beliau meninggal karena sakit. Mungkin beliau stres dan tidak mau makan dua hari terakhir ini, dan petugas medis sudah mencoba untuk merawat namun tidak behasil,” kata Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Yemi Mandagi, SIK Kamis, (15/6).
Petugas RS Bhayangkara telah melakukan visum dan persiapan untuk penyerahan jasad Lisman Giawa kepada keluarga. 
“Setelah semuanya selesai jasad Lisman akan kita serahkan ke keluarganya,” ujar Kapolres.
Kepergian Lisman Giawa mengakibatkan dua dari enam tersangka pembunuhan polisi di Desa Helvetia, Kec. Labuhan Deli, Kab. Deliserdang, sudah meninggal. Sebelumnya, Sozanolo Lembu sudah terlebih dahulu tewas setelah kena terjangan peluru petugas, saat ditangkap di Tapsel, Rabu (7/6). Kini empat tersangka lainnya masih ditahan dan menjalani proses pemberkasan di Polres Pelabuhan Belawan. (MR/TEAM).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.