Ya Ampun! Oknum PNS Kabupaten Humbahas Cabuli Anak Di Bawah Umur
MetroRakyat I Humbahas–Kasus pencabulan anak dibawah umur kembali lagi terjadi di wilayah hukum Polres Humbahas. Ironisnya, kejadian ini dilakukan oleh seorang oknum PNS di lingkungan Pemkab Humbahas dengan inisial DS warga Desa Onan Ganjang Kab. Humbahas.
Terduga pelaku pencabulan ini juga berprofesi sebagai seorang paranormal yang namanya sudah lumayan terkenal di Kab.Humbahas.
Dari informasi yang berhasil dihimpun metrorakyat.com, kejadian ini berawal ketika pada hari Minggu tanggal 14 mei 2017 DS sedang mengobati salah seorang pasiennya di Desa Sibaragas Kec.Pagaran Kab.Tapanuli Utara.
Ditempat ini, DS menemukan RN (17) adik FN (pasien DS) dan mengutarakan niatnya kepada ibu mereka untuk membawa RN kekediamannya dengan alasan untuk menemani istrinya dirumah, karena anaknya sedang berada di Medan.
“Siapa ini ?” tanya DS, lalu ibu FN menjawab “ohh ..ini RN adeknya FN pak..!!, udah tamat..?,tanya Ds kemudian,” udah pak, tapi belum kerja..” jawab ibu FN, “kalau gitu bisa saya bawa dia ke rumah? kebetulan anak saya lagi pergi Ke Medan biar ada dulu yang bantu istri dirumah,nanti saya buat dia kerja, saya kan PNS,” rayu DS kemudian. “ya, kalau dianya mau, gapapa Pak..,tergantung dia nya aja,” jawab ibu FN
Karena keinginan mau bekerja, RN tidak menolak, dan hari itu juga dia dibawa DS ke rumahnya di Onan Ganjang, dan terduga inipun berhasil membawa RN kerumahnya di Onan Ganjang.
Tapi naas, peristiwa memalukan itupun terjadi pada hari Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 WIB ,saat itu RN sedang tertidur pulas, diam-diam DS masuk kedalam kamar dan menggerayangi korban dengan meraba-raba bagian sensitif tubuh korban,saat itulah RN terbangun dan kaget mendapati DS berada di kamarnya.
Melihat RN terbangun, bukannya meninggalkan kamar tersebut malahan DS mencoba memeluk dengan memegang bahu dan kepala korban diduga berniat mengajak untuk berhubungan intim.m
Namun RN tidak mau dan mengancam akan berteriak apabila DS tidak keluar dari kamarnya,mendapat ancaman seperti itu barulah DS meninggalkan kamar tersebut. Karena merasa Ketakutan, RN pun nekat melompat dari jendela kamarnya dan berlari menembus kegelapan malam, dia berjalan sejauh 7 KM ke arah Kec.Doloksanggul. Selama dalam perjalanan beberapa kali Melati bersembunyi kedalam semak-semak di pinggir jalan untuk menghindari kenderaan yang lewat, takut kalau-kalau DS mengejarnya dari belakang.
Setelah berjalan begitu jauh, dengan nekat akhirnya diapun menghentikan mobil Leo Sihite (Sopir) yang saat itu baru pulang mengantarkan temannya Situmorang ke Desa Sibuluan. “Tulang tolong jo au Tulang naeng di perkosa au( paman tolong dulu, aku mau diperkosa/Batak),” ujarnya penuh harap.
Melihat kondisi RN yang lusuh keringatan dengan daun yang banyak menempel ditubuhnya maka, timbullah rasa ibanya dan menyuruh RN untuk naik kedalam mobil.
Diperjalanan RN pun menceritakan kepada RS kejadian yang menimpa dirinya, mendengar hal itu RS pun menghantarkan Melati kerumah Pamannya Panto Manalu di Desa Dolok Saribu Kec.Simamora Nabolak.
Keesokan harinya, atas saran keluarga maka Melati didampingi ibunya HN Melaporkan kejadian tersebut ke Polres Humbahas dan diterima Unit PPA Polres Humbahas sesuai dengan Laporan Polisi nomor:LP/74/V/2017/Hbs,tanggal 18/5/2017 dan saat ini, Reskrim dan Unit PPA polres Humbahas telah melakukan pemeriksaan terhadap saksi pelapor dan korban.
Sesuai dengan pantauan awak metro rakyat .com tanggal 18/7/2017 pukul 14.00 wib sore setelah kejadian asusila tersebut, Ds masih melaksanakan upacara pengambilan sumpah, karena dirinya ikut dilantik menjadi Kasubbag pada salah satu Dinas di lingkungan Pemkab Humbahas.
Ketika MetroRakyat .com menyambangi kantor Dinas tersebut untuk konfirmasi DS tidak berada ditempat,menurut Kepala Dinas ,semenjak dilantik Ds belum melapor ke kantor dan belum bisa di temui untuk meminta penjelasan terkait Peristiwa memalukan tersebut.( MR2/Fdp/Red)
