Lapor Pak Kapolda !!! 2 Oknum Polisi di Deli Serdang Resahkan Warga, Pulanya Oknum Tersebut Ikut Menggarap Lahan…
MetroRakyat.com | DELI SERDANG — Dua oknum Polisi ini tidak pantas menjadi panutan. Bagaimana tidak, kedua oknum berinisial Brigadir Polisi Suyetno (Personil Intelkam Polsek Batang Kuis) dan Brigadir Polisi Sunardi (Personil Penyidik Reskrim Polres Deli Serdang) diduga menjadi backing bagi oknum pengusaha keturunan Tionghoa berinisil J. Pengusaha tersebut diduga mencoba menguasai di salah satu lahan Eks.HGU PTPN II, tepatnya di Jalan Sultan Serdang, Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang. Tidak hanya itu, pengusaha dengan backingnya oknum Polisi tersebut, mencoba mengintimidasi para petani yang menjadi penggarap di lahan tersebut selama turun temurun. Hal tersebut terungkap saat Samsul Bahri (43) menanyakan perkembangan laporan dugaan penganiayaan di Polsek Batang Kuis, Polres Deli Serdang, Senin (29/5/2017) sekira pukul 10.00 wib. Samsul menuturkan penganiayaan yang diterimanya diduga disebabkan percobaan pengusiran oleh pengusaha J, sehingga membuat para petani yang mengusahai lahan tersebut tidak lagi betah.

“Saya waktu itu sedang mengecat rumah di atas lahan itu bang, pada hari Selasa, 16 Mei 2017 sekitar jam 10 pagi. Saya tiba-tiba didatangi empat orang dan memerintahkan saya agar berhenti melakukan pengecatan rumah itu. Karena saya melawan, pelaku yang namanya Dodi, Herman, Eko Dungu dan Toto memukuli saya berubi-tubi. Dan luka yang saya derita memar dibahagian wajah saya, dan kepala. Lalu saya langsung laporkan kejadian ini ke Polsek Batang Kuis”, ucap Samsul kepada wartawan.
Samsul mengaku, bahwa dirinya bersama rekan-rekan yang menjadi petani penggarap di lahan tersebut merasa ditakuti oleh oknum Polisi berinisial Suyetno dan Sunardi. Hal ini disebabkan Suyetno melakukan pengembokan gerbang menuju pintu masuk lahan tersebut, sehingga para pekerja tidak bisa lagi melakukan aktifitasnya.
“Kami semua sangat takut bang, karena usai saya dikeroyok selang beberapa saat datanglah Suyetno sambil membawa gembok untuk mengunci pagar pada pintu masuk menuju lahan itu. Bahkan saya sangat sesalkan, karena salah seorang pelaku pengeroyokan itu, Toto justru bersilaturahmi dengan Kapolsek AKP GK Manurung tidak lama usai dilaporkan’ ucapnya sedih.
Masih kata pria yang beralamat di dusun VI desa Sena ini, oknum Polisi Suyetno dan Sunardi juga sempat melontarkan bahwa aksi pengembokan tersebut atas perintah Kapolres, AKBP. Robert Dacosta. Dengan arogannya, Suyetno dan Sunardi menakuti petani penggarap agar tidak lagi memasuki lahan tersebut.
“Kata polisi itu makanya digembok atas suruhan atau perintah pak Kapolres. Dan, kami semuanya tidak bisa berbuat apa-apa. Padahal kami sudah sejak turun temurun menjadi petani penggarap di lahan itu. Dari hasil bertanilah kami bisa makan bang. Kami berharap pak Kapolda Sumatera Utara bisa menindak tegas oknum anggota itu yang memang tidak pantas menjadi pengayom dan benar-benar meresahkan. Dan saya juga meminta pak Kapolres Del Serdang agar menegur Kapolsek Batang Kuis untuk menindaklanjuti laporan saya, karena saya masih takut keluar rumah, para pelaku pengeroyokan itu masih bebas berkeliaran. Jangan karena saya masyarakat kecil, pengaduan saya tidak ditanggapi. Karena semua dimata hukum kan sama bang”, pungkas Samsul.
Sementara itu, Kapolsek Batang Kuis, AKP. GK. Manurung saat dikonfirmasi terkait hal ini tidak berhasil. Demikian dengan pesan singkat dan telefon pun tidak kunjung mendapat respon dari perwira balok emas tersebut. (MR/TEAM).
