oleh

Peringatan 12 Tahun Gempa Nias Gubsu: Jadikan Musibah Sebagai Tonggak Sejarah

MetroRakyat I Gunung Sitoli – Gubernur Sumatera Utara Ir HT Erry Nuradi MSi bersama- sama masyarakat Nias larut dalam peringatan 12 tahun gempa Nias yang terjadi tepat pada 28 Maret 2005 silam. Yang dilaksanakan di Taman Yaa’howu Kota Gunung Sitoli, Rabu (29/3).

Hadir pada kegiatan tersebut Walikota Gunung Sitoli Lakhomi Zako Zebua, Bupati Nias Sokhiatulo Laoli, Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, Bupati Nias Utara Ingati Nazaro, Anggota DPD RI Parlindungan Purba, serta sejumlah SKPD Pemrovsu juga segenap unsur Forkopimda se Kepulauan Nias.

Gubsu mengatakan 12 tahun lalu , peristiwa gempa yang sangat dahsyat melanda masyarakat Nias. ” Musibah ini dipandang dari perspektif agama, sesungguhnya merupakan peringatan Tuhan kepada umat-Nya, namun dibalik   itu semua ternyata musibah itu memiliki hikmah dan pelajaran bagi kita terutama masyarakat Nias,”paparnya.

Menurut Gubsu , gempa Nias telah memberian masyarakat Indonesia khususnya Nias suati pembelajaran yang sangat berharga, mengingay semuanya tak lagi memikirkan egoisme, namun saling memberiman
pertolongan dan mengabaikan perselisihan yang selama ini terjadi. “Saat terjadi gempa Nias semua masyatakat Indonesia tertuju ke Nias ,mereka bahu membahu memberikan bantuan fisik dan dananya,”jelasnya

Untuk itu Gubsu berpesan serta berharap agar warga Nias  jangan terus meratapi gempa Nias tapi justru harus bisa memacu masyarakat Nias untuk menumbuhkan rasa kebersamaan untuk mencapai suatu masyarakat yang lebih baik,”jelasnya

Di sisi lain , Gubsu menambahkan bahwa musibah tersebut membangun solidaritas puluhan negara sahabat untuk membanti, “Masyarakat dunia tanpa kita minta langsung menawarkan bantuan ke Nias khususnya titik bencana. Maka atas nama pemerintah Provinsi Sumatera Utara saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan tertinggi kepada semua pihak secara bahu membahu melakukan pembangunan dan menciptaakan keharmonisan di Nias,”ungkapnya lagi.

Gubsu juga kagum dengan adanya rasa bangkitnya persaudaraan dan solidaritas ,gempa Nias juga memberikab bangsa Indonesia suatu pembelajatan yang berharga yakni bagaimana cara menangani bencaba secara cepat dan tepat, selain mengingat bahwa Nias dan Indonesia merupakan wilayah rawan bencana.

“Kami percaya dengan komitmen dan semangat baru ini, masyarakat Nias sekarang bangkit dan akan beruba menjadi NUSA INDAH ANDALAN SUMATERA UTARA (Nias) yang nyaman ,aman dan sejahtera,”tuturnya

Oleh karena itu Gubsu mengajak masyarakat pulau Nias khususnya para pemuka agama, pemuka masyarakat, pemuka adat, tokoh pemuka dan tokoh politik, masyarakat perantauan Kabupaten/kota agat bersatu padu membangun Nias Baru. “Jadikan musibah ini sebagai tonggak sejarah untuk membangkitkan warga Nias bekerja dengan tulus dan ikhlas,”kata Gubsu.

Hal senada dikatakan Walikota Gunung Sitoli Lakhomi Zako Zebua ,bahwa hikmah dari musibah ini memberi hikmah ke depan untuk masyarakay Nias kedepan, untuk lebih waspada lebih siap dan tangguh, jika bencana sampai terulang kembali.

“Seperti yang sama-sama kita ketahui kepulauan Nias rawan gempa yang dekat dengan zona subdiksi antara lempengan samudera India dengan benua Eruasia yang potensinya gempa sangat tinggi,”jelas.

Pada kesempatan itu Gubsu bersama Walikota Gunung Sitoli serta unsur SKPD Pemprovsu dan Pemko Gunung Sitoli menarikan tarian Maena Siaga (tarian siaga bencana) bersama-sama siswa siswi SD .

Pada kesempatan itu Gubsu menyerahkan sejumlah bantuan diantaranya 3 kursi roda dan 10 tongkat yang diserahkan kepada Dinas Sosial Gunung Sitoli, seragam sekolah SD,SMP dan SMA serta buku saku.

Usai memperingati 12 tahun gempa Nias,  Gubsu juga melakukan peletakan batu pertama di bekas lokasi hotel Wisata. Dan akan dibangun sebuah monumen gempa peringatan gempa di Nias.(MR2/ril)

 

Breaking News