Pembunuhan Wartawan Mingguan “Senior” Karena Sering Beritakan Hal Ini…

Pembunuhan Wartawan Mingguan “Senior” Karena Sering Beritakan Hal Ini…
Bagikan

MetroRakyat.com  |  MEDAN — Pembunuhan wartawan mingguan “Senior” Amran Parulian Simanjuntak (36) warga Jalan Banten, Diski, Sunggal, Rabu (29/3/2017) sekira pukul 08.00 wib usai ditikam sekelompok orang di Jalan Medan-Binjai KM 13,5 mengungkapkan beberapa fakta lain. Ternyata sebelum tewas, Amran memang cukup getol mengkritisi penggunaan anggaran pemerintah di daerah di Deliserdang. Informasi yang diperoleh MetroRakyat.com, korban mengirimkan surat ke Komisi Informasi (KI) Publik Provinsi Sumatera Utara tentang transparansi penggunaan anggaran di 12 satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Deliserdang. Diantaranya, Dinas Pertanian, Pekerjaan Umum, Dinas Kelautan, Dinas Pariwisata, Kehutanan dan lainnnya.

Sebelumnya, permohonan yang sama sudah disampaikan korban untuk KI Prov Sumut terkait penggunaan anggaran di Dinas Koperasi Deliserdang. Sidang ini sudah dilaksanakan namun kasus digugurkan karena korban dua kali tidak hadir. Saat ini permohonan tentang penggunaan anggaran APBD Deliserdang Tahun 2015 belum disidang di KI Prov Sumut, dan korban yang diketahui bekerja untuk Surat Kabar Mingguan (SKM) Senior keburu meninggal dunia dengan cara tragis ditikam.

Saat dikonfirmasi ke KI Prov Sumut, salah seorang Komisioner KI Ramdeswati Pohan membenarkan soal laporan tersebut. “Iya memang ada, saat itu Amran memohon soal keterbukaan penggunaan anggaran di 12 SKPD di Deliserdang. Sudah kami terima, tapi belum disidang. Karena kami sedang menunggu pelantikan komisioner baru, karena tidak enak juga kalau kami tangani kasusnya tapi tidak bisa tuntas, karena saat ini tinggal menanti pelantikan komisioner periode baru,” jelasnya.

Ditempat terpisah, rekan korban sesama awak media pada perusahaan media mingguan Senior mengamini hal tersebut. T. Simanjuntak juga mengatakan bahwa korban acap kali memberitakan hal-hal terkait dugaan korupsi salah satu perusahaan berplat merah. “Saya juga pernah sampaikan agar tetap hati-hati buat berita, karena sangat beresiko dengan tugas jurnalistiknya. Aapalagi menyangkut korupsi pejabat”, tandasnya kepada wartawan di rumah sakit Bhayangkara. (MR/Team).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.