Dirjen Pendidikan Kebudayaan Resmikan Rumah Adat dan Revitalisasi Desa Adat Urat II Samosir
MetroRakyat.com I SAMOSIR –Dirjen Pendidikan dan Kebudayaan Kementrian Pendidikan diwakili oleh Mula Tua Sinaga, meresmikan Rumah Adat dan Revitalisasi Desa Adat Urat II, Kecamatan Palipi, Kabupaten Samosir.Sabtu (11/03/2017).
Pemkab Samosir sebagai penerima pemberian ini menyatakan bahwa ini merupakan bentuk kepedulian dari persatuan marga Toga Sinaga seluruh dunia kepada pemerintah kabupaten samosir untuk mendukung Misi misi Kabupaten Samosir menuju kabupaten pariwisata internasional dan pertanian.
Dalam sambutannya, Bupati Samosir Rapidin Simbolon kedepannya sangat optimis atas kerjasama pusat dengan daerah akan menjadi senergi yang baik dalam pengembangan destinasi pariwisata situs-situs budaya, tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur budaya yang telah diciptakan oleh generasi pendahulu.
“Saat ini pemerintah pusat sudah mengucurkan dana sebesar 650 milyar untuk tahap I untuk pembangunan jembatan tano ponggol. Adapun tinggi jembatan tano ponggol itu 15 meter dari permukaan danau dan mempunya 4 ruas, yaitu 2 ruas arah ketanjung bunga dan 2 ruas lagi arah kepangururan. Ini membutuhkan biaya 500 milyar dengan pola dalihan natolu dan untuk peletakan tano ponggol menelan biaya 200 milyar,” ujar Bupati.
Menurutnya, Presiden juga sudah berjanji untuk tahun ini akan ada pembangunan kapal feri 2 buah, 1 kapal feri dari ASDP, dan 1 kapal feri dari kementrian perhubungan yang akan launcing pada tahun 2018.
Bupati Rapidin Simbolon juga berharap dengan adanya bantuan pembangunan dari pemerintah pusat akan dapat membantu untuk mendongkrak PAD Kabupaten Samosir yang berbasis pariwisata internasional dan pertanian, sehingga dengan peresmian rumah adat dan revitalisasi desa adat urat II di Kecamatan Palipi kabupaten samosir akan meningkatkan persatuan dan kesatuan marga sinaga sedunia untuk lebih membantu dan mendukung kepemimpinannya.
Sementara itu, Ketua Umum Toga Sinaga Sedunia dmenyampaikan terimakasihnya kepada pemerintah pusat dengan memberikan bantuan Rumah Adat (Rumah Parsaktian) diDesa Urat II Kecamatan Palipi yang dimiliki oleh Persatuan Marga Sinaga seluruh dunia.
“Kami dari persatuan marga sinaga siap untuk mendukung pemkab Samosir dengan apa yang dimiliki oleh Tugu Toga Sinaga dan Rumah Parsaktian untuk menambah situs budaya dan destinasi pariwisata di kabupaten ini ,sehingga kedepan dapat menjadi nomor 1 didunia. Rumah Parsaktian ini nantinya akan dijadikan sebagai museum,tempat barang-barang peninggalan sejarah yang dimiliki oleh leluhur Toga Sinaga,” jelas Mangihut Sinaga yang juga Kajati Sulawesi Utara ini.
Senada, perwakilan dari tokoh adat dari desa adat urat II menyatakan revitalisasi desa adat urat II pada dasarnya adalah sebuah perkampungan yang latar belakangnya asal-usul marga sinaga yang ada diseluruh dunia. Setelah melakukan musyawarah sebanyak 13 kali, terbentuk komitmen untuk melakukan pembangunan rumah adat yang dimiliki oleh persatuan marga sinaga untuk mengembangkan dan menambah situs budaya dan destinasi pariwisata di kabupaten samosir,
Sebelumnya, Ketua DPRD Samosir Rismawati Simarmata diberi kesempatan melakukan pengguntingan pita, sembari menyatakan dengan diresmikannya Rumah Parsaktian Toga Sinaga sebagai tambahan untuk situs budaya dikabupaten samosir yang dapat dikunjungi oleh wisatawan lokal dan manca negara.
Turut hadir Wakil Bupati Samosir, Ir.Juang Sinaga, Kapolres Samosir AKBP Donald Simanjuntak,pimpinan SKPD,Tokoh Adat serta masyarakat dari Desa Adat Urat II dan seluruh pengurus PPTSB wilayah dan cabang indonesia.(MR/JR/MS/OM).
