Dikonfirmasi Soal Kasus Jalan Ditempat, Oknum Penyidik Polsek Medan Area, Aiptu B. Pandiangan Usir Dan Bentak Wartawan
MetroRakyat.com | MEDAN — Kearoganan oknum Polisi yang satu ini bukan perwujudan Polisi Promoter atau dengan kata lain Profesional, Modern dan Terpercaya, seperti yang dicanangkan oleh Kapori Jenderal Polisi Tito Karnavian. Hal ini bertolak belakang dengan kenyataan yang ada. Ini contohnya, salah seorang Oknum Polisi yang bertugas sebagai Penyidik di Polsek Medan Area, Polrestabes Medan, Aiptu B. Pandiangan mengusir wartawan dan mebentak-bentak saat wartawan salah satu media cetak mencoba pertanyakan perkembangan suatu kasus. Awak media cetak berinisial Nelson Simarmata itu diusir tanpa sebab, dan dibentak-bentak oleh personil penyidik ini, Selasa (28/3/2017). “Kalau tidak senang jangan disini kau, pergi sana. Ini ruanganku”, ujar B. Pandiangan seperti ditirukan Nelson.
Kendati diusir, kembali Nelson tanyakan perihal perkembangan kasus yang menjadi dateline beritanya, namun B. Pandiangan tidak acuh dan kembali mengusirnya. Nelson mengatakan dia diusir saat menanyakan perkembangan kasus yang ditangani B. Pandiangan, karena kasus tersebut telah berjalan selama dua bulan. “Saya hanya tanyakan saja tentang salah satu kasus yang ditanganinya, soalnya sudah dua bulan nggak ada perkembangan dan ini adalah kasus kehilangan motor saudara saya, dan saya datang kesini juga karena tugas saya juga sebagai jurnalistik. Apakah inil citra Polisi saat ini. Bukannya malah membaik, namun jadi semakin parah. Memang nggak semua polisi begitu, tapi ya dirubahlah perilaku yang seperti ini”, ungkap Nelson kepada MetroRakyat.com.
Kapolrestabes Medan Kombes.Pol. Sandi Nugroho dan Kapolsek Medan Area Kompol M. Arifin saat ditanyakan seputar oknum personilnya yang terkesan arogan dan mengusir wartawan tidak berhasil dikonfirmasi. Ditempat terpisah Kabid Humas Polda Sumatera Utara, Kombes. Pol. Dra. Rina Sari Ginting saat dikonfirmasi terkait tanggapannya mengakui bahwa hal yang dilakukan oknum B. Pandiangan adalah salah. Rina mengatakan wajah Polri saat ini harus mengalami perubahan, dimana perwujudan Polisi Indonesia adalah harus Profesional, Mandiri dan Terpercaya. “Itu jelas salah, dan perilaku seperti itu tidak baik. Sejatinya Polisi adalah pengayom masyarakat dan pelayan, bukan malah membentak atau mengusir. Ada hal-hal tertentu wartawan tersebut boleh bertanya atau tidak, namun sebaiknya B. Pandiangan harus lebih ramah jika memang menolak ketika dikonfirmasi. Itu harus dirubah, perilakunya harus santun dan ramah dengan siapapun”, pungkas Rina melalui sambungan handphone. (MR/RED).
