GANDENG USTAD UNTUK BINA MENTAL PRAJURIT
MetroRakyat.com | MALANG – Membentuk pribadi yang kuat sesuai dengan tuntunan agama untuk mendukung amanah profesi menjadi materi ceramah pada kegiatan pembinaan mental prajurit dan ASN di Makorem 083 dengan mengambil tema “Keteladanan Rasulullah dalam Membangun Profesionalisme Prajurit dan ASN TNI AD”, Jum’at, (23/2/2017).
Hidup sederhanan serta menjaga hati dari berbagai beban perasaan yang diakibatkan oleh perilaku pribadi menjadi bahasan awal yang disampaikan oleh Ustad Sudirman dihadapan 100 personel TNI dan Aparatur Sipil Negara Angkatan Darat di wilayah Kota Malang. Berikutnya disampaikannya tentang permasalahan hutang yang seringkali membuat putusnya tali persaudaraan diantara manusia. Menjadi salah satu topik yang dipaparkan karena beban perkara yang satu ini (hutang) secara tidak langsung akan membawa dampak terhadap kualitas pribadi manusia didalam menjalankan aktifitasnya sehari-hari. Ia mencontohkan sebuah hikayat akan sikap Rosullullah pada seseorang akibat pengaruh hutang sampai pada akhir hayatnya bahwa ia (rosulullah) enggan untuk meng-adzankan karena tahu si jenasah masih memiliki tanggungan hutang yang belum terselesaikan.
Sejalan dengan perkara hutang itu, ustad Sudirman mengambil salah satu tuntunan dalam Al Qur’an yaitu Al Baqarah ayat 28 yang menjelaskan adanya kewajiban manusia agar menyelesaikan perkara hutang dengan cara yang baik dan tidak menganggap remeh perkara tersebut.
Terkait dengan profesionalitas sebagai alat negara tentunya sangat dibutuhkan ketenangan bathin setiap pribadi. Bila disangkutpautkan dengan masalah hutang sudah barang tentu pasti akan membawa beban perasaan dalam diri manusia sehingga berdampak pada berkurangnya konsentrasi pada pekerjaan. Mana mungkin bisa profesional bila tidak bisa fokus dalam bekerja”lanjutnya.
Kebutuhan manusia untuk mencukupi kehidupannya sebaiknya harus dibarengi dengan kesadaran akan kemampuan pribadi. Tidak mengumbar hawa nafsu sehingga terjebak dalam lilitan hutang. Dengan dilandasi kesadaran itulah maka sikap sederhana menjadi solusi yang tepat untuk menghindari masalah yang lebih besar dikemudian hari.
Tidak sebatas ceramah saja namun pada acara itu juga disempatkan waktu untuk menjalin interaksi dengan tanya jawab seputar permasalahan kehidupan. Sebagai program kerja tentu saja kegiatan pembinaan mental semacam ini sangat berguna karena selain diikuti oleh personel makorem juga personel angkatan darat lainnya yang berada diwilayah Kota Malang.(MR-10/red)
