DPW LSM TOPAN-RI Sumut Minta Dinas Pertamanan dan Kebersihan Medan Kembalikan Mobil Milik Korban Tertimpa Pohon di Jalan Sudirman
MetroRakyat.com | MEDAN – Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Team Operasional Penyelamatan Asset Negara Republik Indonesia (LSM TOPAN-RI) Sumatera Utara, Ir.Roy Nanggolan meminta kepada Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan segera mengembalikan Kijang Comando warna hitam BK 1907 TG yang tertimpa pohon di Jalan Sudirman Medan pada Sabtu (18/10/2014) malam beberapa tahun lalu.

Selain itu, Roy juga meminta agar Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan yang saat ini dijabat M.Husni membayarkan ganti rugi kerusakan mobil tersebut, agar pihak keluarga korban dapat memperbaiki mobil kijang milik mereka dibengkel lain.
“Sudah dua tahun lebih sejak kejadian, dinas Pertamanan Kota Medan yang saat itu dipimpin oleh Ir.Zulkifli Sitepu tidak ada berusaha untuk memperbaiki mobil milik D Pardede setelah ringsek tertimpa pohon mahoni besar di Jalan Sudirman Medan. Sementara, saat itu Komisi D DPRD Kota Medan sudah pernah memanggil Dinas Pertamanan dan pihak keluarga D.Pardede selaku korban yang tertimpa pohon untuk mencari solusi tentang biaya perbaikan kenderaan mereka yang rusak tertimpa pohon. Namun sejak saat itu sampai sekarang tidak ada kejelasannya,” terang Nainggolan, Jumat,(10/2/2017).
Untuk itu, Ketua LSM TOPAN-RI Sumut ini secepatnya akan menyurati Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Medan untuk meminta pertanggung jawaban sekaligus ganti rugi terkait kerusakan mobil yang diakibatkan tertimpa pohon. “ Pihak Dinas Pertamanan dan Kebersihan tidak boleh buang badan atau lempar tanggung jawab dengan alasan tidak ada anggaran dari Dinas. Karena pohon tumbang yang menimpa satu keluarga yakni D Pardede yang saat melintas di Jalan Sudirman saat itu, adalah tanggung jawab dari dinas Pertamanan Kota Medan, karena disini kita melihat kelalaian dari Dinas Pertamanan yang saat itu dipimpin oleh Ir.Zulkifli Sitepu untuk melakukan pengecekan terhadap pohon-pohon besar yang sudah tua di kota Medan. Nah ketika terjadi rubuh atau tumbang, janganlah dianggap itu adalah musibah biasa atau diakibatkan alam,” terangnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, bahwa pada hari Sabtu (18/10/2014) malam, rombongan keluarga D.Pardede (55) sedang melintas dalam perjalanan pulang ke Perumnas Mandala setelah menghadiri acara kawinan. Namun tepat di Jalan Sudirman Medan, naas sebelum lewat jembatan Jalan Sudirman, sebuah pohon besar jenis Mahoni tumbang diduga karena lapuk, sekitar pukul 18.30 WIB.
Saat itu, pengemudi, Andi Kriston Pardede (32), dan D Pardede (55) yang duduk di depan tewas terjepit, sementara tiga korban menderita luka.
Dari tujuh penumpang yang semula berada di dalam mobil Kijang nahas itu, dua penumpang berhasil keluar dengan selamat. Kemudian tiga yang terluka berhasil dikeluarkan sebelum batang pohon utama semakin jatuh dan meremukkan bagian belakang mobil.
Sementara dua lainnya, yakni pengemudi dan penumpang yang duduk di depan terjepit. Saat berhasil dievakuasi dari mobil, kondisi keduanya sudah tidak bergerak dan diduga sudah meninggal dunia. Seluruh korban dibawa ke Rumah Sakit (RS) Elisabeth, Jalan Haji Misbah.(MR-10/red)
