BMKG Himbau Masyarakat Kota Medan Dan Sekitarnya Agar Tetap Tenang Atas Gempa Yang Terjadi Akhir-Akhir Ini
Metrorakyat.com I MEDAN -Terjadinya gempa bumi yang mengguncang dikota Medan beberapa hari terakhir terjadi akibat aktivitas gempabumi kerak bumi dangkal(shallow crustal earthquake) yang terjadi akibat aktivitas sesar aktif dan hal ini terus berlangsung dikarenakan ditempat ini terdapat beberapa struktur sesar dan tingginya aktivitas gempa bumi pada suatu wilayah merupakan cerminan bahwa ditempat tersebut terdapat imedan tegangan batuan kulit bumi,sehingga pada bagian batuan lemah akan mengalami pergeseran patahan yang di manifestasikan sebagai gempa bumi.
Dampak gempa bumi berdasarkan peta tingkat guncangan(shake map) menunjukan bahwa di Medan,Bangun Purba,Sibolangit,Bandar Baru,Kuala Silau,Tanjung Morawa dan Brastagi telah terjadi guncangan dalam skala intensitas II SIG-BMKG atau III-IV MMI.Dan dampaknya membuat masyarakat menjadi takut dan resah namun yang perlu diketahui bahwa,gempa bumi pada skala insensitas II SIG-BMKG belum berpotensi menimbulkan kerusakan bangunan apalagi tsunami
Aktivitas gempa bumi Deli Serdang yang terjadi akhir-akhir ini murni akibat aktivitas tektonik dan tidak ada ciri-ciri yang menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu aktivitas vulkanik dan masyarakat diharapkan agar tetap tenang dan jangan terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan kebenarannya.Hal ini dikatakan Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika Wilayah I Edison Kurniawan,S.Si, M.Si dalam Konfrensi Pers Rabu(15/2) di Kantor BMKG jln.Ngumban Surbakti Medan
.
Masih ditempat yang sama Parlindungan Purba selaku ketua komite II DPD RI juga menghimbau agar masyarakat tetap tenang,” gempa 5,2 SR yang terjadi adalah gempa tektonik bukan vulkanik dan saya sudah berkoordinasi dengan kepala pusat vulkanologi bahwa gempa yang terjadi dua hari yang lalu tidak ada hubungannya sama sekali dengan aktivitas gunung sinabung yang intens terjadi akhir-akhir ini, sekarang ini BPBD fokus dalam mempersiapkan pelatihan-pelatihan yang melibatkan instansi terkait agar supaya masyarakat sigap jika suatu waktu terjadi bencana kita sudah dapat mengantisipasinya karena kita tidak bisa memprediksi kapan bencana itu akan datang,”ungkapnya.(MR-02/Red)


