Aneh,Karyawan PTPN III PKS Sei Daun Hilang Misterius,Dukun sebut Diculik Orang Bunian
MetroRakyat.com I LABUSEL – Karyawan PTPN III PKS Seidaun, Kecamatan Torgamba, Labuhanbatu Selatan (Labusel), Syamsul Harahap (54), yang hilang misterius di lokasi limbah PKS tersebut hingga siang , Minggu (19/2/2017), belum ditemukan. Korban yang hilang misterius sejak Jumat siang (17/2/2017) lalu itu disebut warga setempat telah diculik Orang Bunian atau makhluk halus. Pasalnya, menurut warga, lokasi limbah tersebut selama ini dikenal sebagai lokasi angker.
Untuk melakukan pencarian, hari ini pihak kebun menurunkan 9 dukun untuk membantu warga, polisi dan Tim Basarnas Labusel mencari keberadaan korban. “Belum ketemu, dalam pencarian 9 dukun turut dibantukan, masyarakat, kepolisian dan juga Tim Basarnas Labusel,” ujar Ketua SPBUN PKS Sei daun, Ismet. Berdasarkan keterangan 9 dukun tersebut, lanjut Ismet, korban disebutkan telah diculik atau disembunyikan Orang Bunian. “Gimana ya, inilah yang jelas keterangan 8 dari 9 dukun yang dikerahkan, mereka mengatakan bahwa korban disembunyikan makhluk halus,” tambahnya.
Sebelumnya diberitakan, karyawan PTPN III, Samsul Harahap (54), hilang tanpa jejak di lokasi limbah pabrik kelapa sawit (PKS) Sei daun, Kecamatan Torgamba, Labuhanbatu Selatan. Hingga hari ini korban belum juga ditemukan. Untuk melakukan pencarian korban yang hilang sejak Jumat (17/2/2017), jasa dukun pun dikerahkan. Namun hingga kini keberadaan korban masih misterius. Di lokasi hanya ditemukan sepeda motor dan peralatan kerja milik korban.
Informasi yang dihimpun MetroRakyat.com menyebutkan, korban yang tinggal di perumahan karyawan Afdeling III dinyatakan hilang setelah anak korban mencari ayahnya ke lokasi limbah. Pasalnya meski hari sudah siang, korban tak juga pulang untuk makan siang seperti biasanya. Namun di lokasi, anak korban tak menemukan ayahnya, hanya sepeda motor dan peralatan kerja berupa mesin babat yang ada di lokasi. Setelah dipanggil dan dicari tak ditemukan, anak korban lalu melaporkan hal tersebut kepada mandor lapangan Viktor Hutabarat (54).
Kepada media, Viktor mengatakan, sebelum dinyatakan hilang korban memang berkerja di lokasi proyem pembangunan waduk limbah itu untuk memeriksa salah satu mesin pompa air. Dia sendiri sempat melihat korban dan menegurnya. “Saat itu Samsul bekerja mengecek waduk limbah, saya sempat tegur sapa dan bertanya, “Bagaimana situasi?” dan dijawabnya, “Aman pak”. kemudian saya meninggalkan korban dan mengecek karyawan yang lain,” katanya.
Saat anak korban menyatakan keberadaan korban kepada Viktor Hutabarat, bahwa korban belum juga pulang untuk makan siang, saat itu juga Viktor bersama karyawan yang lain menuju waduk limbah tempat korban bekerja, namun korban tak ditemukan. “Dipanggil beberapa kali, namun tidak ada jawaban, saya merasa curiga karena sepeda motornya dan mesin babat (peralatan kerja korban) berada persis di sekitar kolam tersebut, saat itu juga langsung melaporkan kejadian tersebut ke Pimpinan PKS dan berkoordinasi dengan pihak kepolisian setempat,” jelas Viktor lagi.
Mendapat informasi tersebut pihak kepolisian Polsek Torgamba tiba di tempat dan membantu melakukan pencarian serta mengumpulkan keterangan. Informasi dari masyarakat setempat, daerah kolam limbah PKS Sei Daun tersebut merupakan lokasi yang sangat angker, dan diduga korban disembunyikan oleh makhluk halus (orang bunian). Ditambahkan selama korban bekerja di PKS Seidaun, Desa Sei Meranti, Kecamatan Torgamba, tersebut belum pernah mempunyai masalah sesama karyawan maupun masyarakat sekitar.
Kasubbag Humas Polres Labuhanbatu AKP Viktor Sibarani saat dikonfirmasi membenarkan kejadian hilangnya karyawan tersebut dan saat ini masih dalam pencarian pihaknya.

“Ya, masih dicari, karyawan PTPN III PKS Seidaun hilang saat bekerja. Di tempat dia kerja (lokasi kerja) ada lobang airnya, tapi belum dapat sampai sekarang,” terangnya.Menurut keterangan Syawal Rambe selaku tokoh masyarakat daerah itu mengatakan kepada MetroRakyat.com, bahwa anggaran tenaga kerja di limbah itu adalah 3 Orang,namun yang dipekerjakan hanya satu orang dan seandainya dipekerjakan dua orang saja di limbah tersebut tidak mungkin Syamsul Harahap (Korban – red) hilang karena sudah ada saksi yang melihat korban.Syawal Rambe menambahkan pada pagi hari peristiwa hilangnya korban masih dilihat karyawan PKS yang lainnya bahwa korban tanpa makai APD lagi mengikat selang pompa yang bocor diatas panton mesin pompa limbah tersebut.Maka kuat dugaan bahwa korban terpeleset hingga terjatuh kedalam kolam limbah yang kedalamannya lebih kurang 7 meter ,hingga berita ini dikirim ke redaksi korban juga belum ditemukan.(MR/JR/STG-red)
