DANREM 172/PWY SELAKU DANKOLAOPS PADA ACARA PENGARAHAN SATGAS PAMTAS RI – PNG YONIF MEKANIS 512/QY
MetroRakyat.com | MALANG – Yonif Mekanis 512/QY jalan Ronggolawe No 1 Rampal kota Malang Kedatangan Danrem172/PWY Kolonel Inf Boni Christian Pardede langsung di sambut oleh Kasbrig 16 Letkol Inf Perianto Napitupulu dan Danyonif Mekanis 512/QY Mayor Inf Budi handoko,S.Sos. juga di hadiriPabandya Ops Kodam V/Brw Letkol Inf Wildan. Usai menerima paparan dari Danyonif Mekanis 512/QY tentang kesiapan tugasYonif Mekanis 512/QY yang berjumlah 450 personel. Sabtu,(28/1/2017).
Danrem 172/PWY selaku Dankolaops mengatakan, Pemeriksaan kesiapan Satgas Yonif Mekanis 512/QY ini bertujuan untuk mengecek secara fisik tentang kesiapan personel, materiil yang akan digelar, untuk mengetahui secara langsung tentang kendala dan hambatan yang dihadapi oleh Yonif Mekanis 512/QY yang akan melaksanakan tugasnya, serta menyakinkan pimpinan bahwa seluruh personel dalam kondisi sehat.
Dalam acara yang berlangsung di Yonif Mekanis 512/QY tersebut, Danrem 172/PWY Kolonel Inf Boni Christian Pardede meminta kepada seluruh personel yang akan melaksanakan penugasan ini mendapat keberhasilan. Untuk itu ada beberapa hal sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas yaitu antara lain: “pertama laksanakan tugas sebagai Satgas Pamtas di wilayah papua, kedua lakukan penugasan dengan sungguh-sungguh dan professional serta pedoman iprosedur dan aturan yang berlaku, ketiga jika prajurit punya persoalan apapun bentuknya, sadari bahwa kalian punya pimpinan yang selalu siap untuk membantu, sampaikan hal itu secara procedural dan berjenjang kepada pimpinan, jangan berpikiran sempit dan mengambil tindakan sendiri yang berakibat fatal bagi diri sendiri dan satuan, keempat seluruh prajurit agar tidak mudah terprovokasi dan terpancing isu-isu, yang dapat merusak soliditas satuan dan disiplin prajurit, serta mengganggu proses pembangunan daerah, kelima lakukan tindakan pengamanan, pelihara dan jaga kesiapsiagaan satuan selama berada diluar home base, Bertindaklah profesional dan proporsional serta maksimalkan komunikasi dan koordinasi dengan aparat kepolisian dan pemda setempat, guna membangun kerjasama untuk kesejahteraan rakyat dan hindari terjadinya konflik, baik antar prajurit, antar satuan, prajurit dengan masyarakat maupun dengan aparat kepolisian dan jaga kemampuan fisik,”tegasnya.(MR/red)
