Kesal dengan Truck Logging, Warga Hutaraja Humbahas Palangkan Mobil di Tengah Jalan

Kesal dengan Truck Logging, Warga Hutaraja Humbahas Palangkan Mobil di Tengah Jalan
Bagikan

METRORAKYAT.COM  |  HUMBAHAS — Sekitar 40an unit truck logging yang bermuatan dan akan memuat kayu ekaliptus milik PT TPL Tbk tidak bisa melanjutkan perjalanan karena masyarakat Desa Hutaraja Kec.Doloksanggul Kab.Humbahas dengan sengaja memalangkan mobil ditengah jalan, tepatnya di Jalan Ring Road Desa Huta Raja.Selasa (18/7/17) sekitar pukul 15.30 WIB.

Pemblokiran jalan dilakukan dengan cara memarkirkan mobil ditengah jalan secara vertikal sehingga kendaraan  beroda 4 atau lebih tidak dapat melintasi jalan tersebut.

Mobil yang dipalangkan jenisnya Mitshubishi Maven warna hitam dengan No. Plat BB 103 KA yang berdasarkan keterangan Lisper Purba alias Kapung Babiat bahwa mobil tersebut diduga milik Yusuf Purba  Kepala Desa Hutaraja Kec. Doloksanggul.

Menurut Babiat, mobil tersebut telah diparkirkan di tengah jalan sejak pukul 8 pagi dan sengaja ditinggalkan begitu saja dalam keadaan terkunci serta menarik rem tangan terlebih dahulu.

Akibat kondisi ini, puluhan truk yang kosong dan bermuatan kayu terhalang tidak bisa beraktifitas seperti biasanya.

Kapolsek Dolok Sanggul AKP Bazoka Rj yang menerima informasi ini langsung terjun kelapangan untuk mengamankan dan menjaga hal-hal yang tidak diinginkan.

Dari informasi yang dihimpun metrorakyat.com dilokasi, penyebab pemblokiran ini terjadi karena masyarakat Desa Hutaraja sudah sangat kesal karena selama ini puluhan bahkan ratusan truk lalu lalang di jalan ini sehingga menimbulkan kerusakan jalan.

Parahnya, debu yang ditimbulkan truk ini sudah memasuki rumah penduduk sehingga membuat ruangan di dalam rumah menjadi kotor.

Seperti yang diungkapkan ,Purba, warag setempat kepada media ini.

“Mobil tersebut sengaja diparkirkan dengan alasan, masyarakat sekitar jalan protes, karena jalan yang dilintasi oleh mobil truck logging dari Pt. TPL, Tbk tersebut membuat rumah dan tanaman di sekitar jalan dilapisi debu tebal,karena pihak PT TPL Tbk tidak pernah melakukan penyiraman, sehingga membuat keadaan seperti ini,”ungkap laki-laki paroh baya ini.

Tak lama kemudian, pihak perusahaan datang dan langsung melakukan mediasi dengan kepala desa serta masyarakat yang dikawal pihak kepolisian. Namun, sampai berita ini dinaikkan pertemuan itu masih berlangsung. (MR2/fdp).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.