Danramil 01 Medan Baru Berikan Wawasan Kebangsaan Pada Para Remaja Masjid
METRORAKYAT.COM, MEDAN BARU – Salah satu langka pembinaan teritorial Koramil 01 Medan Baru berikan pengarahan wawasan kebangsaan pada sejumlah remaja mesjid sekecamatan Medan Baru, bertempat di aula kantor Camat Medan Petisah jalan Iskandar Muda Medan. Jumat (30/11/2018) jam 8:00 WIB.
Dalam Arahanya Danramil 01 MB Kapten Kav Azwar menjelaskan bahwa pemuda adalah harapan bangsa, negara, dan agama. Seorang pemuda menjadi tumpuan atau pimpinan pada masa yang akan datang.
Agar menghasilkan pemimpin yang berkualitas di masa yang akan datang maka di perlukan kepribadian baik dan akhlak mulia, maka dari itu kita perlu membangun karakter yang mulia pada remaja mengingat pengaruh perkembangan situasi yang tidak baik.
Potensi pemuda sangat luar biasa dan harus di berdayakan untuk membangun bangsa dan negara dan pada saatnya nanti pemudalah yang akan mewarnai negeri ini.
Generasi muda yang berkarakter yaitu generasi muda yang berkualitas serta memiliki peran dalam masyarakat dan negara.
Oleh karena itu sebagai generasi muda Muslim harus memiliki semangat juang yang tinggi baik dalam mencari ilmu pengetahuan ataupun meningkatkan untuk berbuat amal.
” Setiap generasi wajib memiliki akhlak mulia, memiliki rasa tanggung jawab serta memiliki dedikasi yang berwawasan kebangsaan, ” sebut perwira kelahiran tahun 1965 ini.
Lanjut Azwar lagi, Indonesia lahir dari persamaan, kehendak untuk hidup bersatu diranah air Indonesia sebagai satu Bangsa untuk bersama-sama berjuang untuk mencapai cita-cita Bangsa katanya lagi.
Indikator Radikalisme
Respon kelompok penganut agama terhadap kondisi yang sedang berlangsung biasanya muncul dalam bentuk evaluasi, penolakan atau perlawanan berupa asumsi, ide, lembaga atau nilai yang dipandang bertanggung jawab terhadap keberlangsungan kondisi yang ditolak.
Radikalisme tidak berhenti pada upaya penolakan, melainkan berupaya mengganti tatanan yang tidak di inginkan dengan bentuk tatanan lain.
Kuatnya keyakinan kaum radikalis akan kebenaran idiologinya dibarengin dengan penafikan kebenaran lain. Dikampanyekan melalaikan gerakan sosial di kombinasikan pencapaianya dengan mengatasnamakan nilai-nilai kemanusiaan.
Pemahaman individu terhadap agama yang menyimpang dari konsep dasarnya. Sifat fanatik pemeluk agama yang berlebihan Tampa mengakui eksistensi agama lain dan mengklaim agamanya saja yang paling benar, adanya tekanan sosial , ekonomi dan politik yang melampaui batas ambang kesabaran maka akan memunculkan perlawanan dengan berbagai cara serta menolak modernitas dan lebih mengukuhkan peran formal agama , saat eksistensi agama melemah karena modernitas, mereka akan mempertahankan diri dengan memunculkan reaksi merupakan latar belakang gerakan radikalisme.
Kurangnya kesadaran bermasyarakat dan berbangsa secara pluralistik sehingga menyebabkan hilangnya rasa toleran sebaliknya menimbulkan fanatisme atas kebenaran kelompok sendiri . Kesenjangan sosial yang menciptakan kelompok -kelompol elite dan kelompok miskin berpotensi menimbulkan konflik .
Penanganan yang tidak komprehensif terhadap masalah-masalah yang muncul di daerah. Dampak radikalisme terjadi teror dan kekerasan menimbulkan konflik horizontal dan vertikal menyebabkan hilangnya harta benda benda masyarakat bahkan nyawa menimbulkan keresahan dan ketakutan.
Pudarnya rasa toleransi umat beragama, melemahnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan aparat akan menumbuhkan radikalisme.
Masyarakat wajib di beri penerangan bahwa radikalisme dan terorisme adalah bentuk pelecehan terhadap agama,kemanusiaan dan Bangsa .
” Memahami dinamika kehidupan dengan menerima luralitas pemikiran pihak lain yang ada di luar kelompoknya, menekankan arti pentingnya wawasan kebangsaan dalam muatan pendidikan formal. Mengurangi kesenjangan sosial, ekonomi, politik, pendidikan dan kebudayaan dalam skala luar reorientasi keagamaan yang tekstual menjadi kontekstual , fleksibel dan terbuka merupakan cara yang baik untuk mengantisipasi paham radikal ” sebut perwira berpangkat tiga balok emas di pundak ini.
Azwar juga menambahkan bahwa fenomena radikalisme sebaiknya di sikapi sebagai ancaman dan menyadarkan seluruh komponen bangsa termasuk remaja mesjid untuk melakukan konsolidasi diri dengan usaha-usaha, pembinaan umat yang lebih efektif serta kerja sama kebangsaan yang lebih Kokoh untuk meningkatkan kesadaran bela negara dan mengobarkan semangat berbangsa dan bertanah air satu ,tanah air Indonesia.
Acara ini dihadiri oleh Camat Medan Petisah, Kapolsek Medan Baru, kepala urusan agama Medan Petisah serta lurah dan kepala lingkungan sekecamatan Medan Petisah. (MR/Suriyanto)

