Demo Grab di CBD Bubar Karena Tak Punya Izin dari Kepolisian

Demo Grab di CBD Bubar Karena Tak Punya Izin dari Kepolisian
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Ratusan pengemudi driver grab sepeda motor serbu kantornya di komplek CBD Polonia Medan. Senin (6/8/2018) jam 8:00 WIB.

Para pengemudi ojek online ini melakukan aksi unjuk rasa dikantornya sendiri meminta 3 tuntutan antara lain,meminta kepada pihak management Grab untuk menormalkan atau menurunkan skema intensive dari 29 trip menjadi 20 trip dan program promo-promo di aplikasi Grab kembali diaktifkan serta meminta kepada pihak Grab agar tidak lagi menerima anggota baru atau daftar baru.

Aksi unjuk rasa ini tak berlangsung lama dikarenakan unjuk rasa ini tak mempunyai izin.

Bhabinkamtibmas Kecamatan Medan Polonia Aiptu Ayattulah yang mendengar adanya aksi unjuk rasa langsung menemui para pengunjuk rasa dan akan menyampaikan aspirasinya ke pihak perusahaan grab namun pihak grab tidak mau keluar menemui para pengunjuk rasa karena mereka (pengunjuk rasa) tidak memiliki izin.

Bhabinkamtibmas berusaha menenangkan dan menetralisir suasana unjuk rasa dengan mengatakan bahwa polri bersikap netral dan akan berjanji memediasi serta menyarankan agar para pengunjuk rasa untuk terlebih dahulu membuat pemberitahuan ke pihak kepolisian.

Usai mendapat penjelasan dari Bhabinkamtibmas Medan Polonia para pengunjuk rasa langsung bergerak menuju Polrestabes Medan karena mereka tak jadi berorasi.

Kedatangan para pengemudi ojek ini ke Polrestabes Medan bukan untuk berunjuk rasa namun untuk meminta Polrestabes Medan memberikan izin pada mereka untuk Berunjuk rasa di kantor Grab yang terletak di komplek CBD Polonia.

Salah seorang pengunjuk rasa yang bernama Hidayat ketika diwawancarai mengatakan bahwa pihaknya datang ke CBD adalah untuk meminta pihak management untuk memenuhi permintaan mereka.

“Kami berunjuk rasa hari ini adalah untuk memintakan pihak management Grab untuk mengabulkan 3 tuntutan kami yaitu yang pertama: Tutup pendaftaran baru, normal kan skema insentive dan aktifkan kembali promo di aplikasi sehingga para pelanggan Grab kembali ramai.

Hidayat juga menambahkan,sekarang sudah banyak kali bang jumlah pengemudi grab belum lagi ditambah lagi dengan banyaknya jumlah ojek online lain yang beroperasi di Medan.

Untuk itu lah kami dari berbagai komunitas grab di Medan yang mangkal di USU, UMSU, UISU, Carrefour, Adam Malik, UNIMED dan stasiun kereta api melakukan unjuk rasa,” pungkas Hidayat. (MR/Suriyanto)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.