Hati-Hati..! Modus Penipuan Baru, Sedot Pulsa Korban
METRORAKYAT.COM | MEDAN – Baru-baru ini, terjadi modus penipuan baru yang mengaku-ngaku sebagai petugas operator dari Telkomsel. Pelaku beraksi menggunakan nomor ponsel (081271808185), dengan cara mengirim pesan singkat melalui SMS dan berkedok ‘sebagai pemenang undian’ yang juga menyedot pulsa korbannya. Tidak tanggung-tanggung, pelakunya juga mengarahkan korbannya untuk melakukan transaksi melalui ATM yang dimintanya.
Yosua (25 tahun), yang merupakan staf di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Medan adalah salah satu korban dari SMS mencurigakan tersebut.
Kepada tim Metrorakyat.com, Yosua menceritakan mengenai SMS penipuan tersebut. Dimana, ia terkejut saat mendapat pesan, di hpnya tagihan pemakaian pulsa sebesar Rp.98 ribu atas pemakaian dengan nomor ponsel.
“saya kaget, ada pemberitahuan yang saya dapatkan untuk tagihan pembayaran pemakaian setelah saya dapat pesan singkat tersebut. Orang itu juga sudah menyadap nomor ponsel saya. Tidak diketahui darimana asalnya dia bisa buka data-data nomor ponsel orang?,” katanya kepada awak Media, Kamis (3/5/18).
Yosua yang merupakan pelanggan dan pengguna kartu prabayar Hallo tersebut merasa kesal, pasalnya, ia tidak pernah mengizinkan orang lain untuk menelepon, namun biayanya dibebankan ke tagihan teleponnya.
Selanjutnya, ketika diketahui nomor pelaku penipuan tersebut masih aktif, awak media berusaha mencari tahu keberadaan nomor tersebut darimana asalnya?.
Saat awak media melakukan penyamaran dengan alasan sedang mencari seseorang, melalui telpon, pelaku yang tidak diketahui namanya mengaku sebagai seorang petugas operator disebuah Grapari Telkomsel pusat yang ada di kota Jakarta, tepatnya dijalan M.I. Ridwan Rais.
“Saya dari Telkomsel yang di Jakarta Pusat Mbak, yang dijalan M.I. Ridwan Rais,” jawabnya singkat tidak memberitahukan nama dan terkesan bicara terburu-buru.
Menanggapi hal tersebut, Yosua yang menjadi korban penipuan segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak yang berwajib dan bergegas ke Grapari Telkomsel yang ada dijalan Imam Bonjol, kota Medan, Kamis (3/5/18).
“saya sudah laporkan ke pihak yang berwajib. Kemarin sempat dilakukan pemblokiran sementara untuk nomor telpon saya untuk pengamanan. Mudah-mudahan pelakunya cepat tertangkap dan jika ada petugas Telkomsel yang sengaja melakukan pembobolan data, harap diberikan sangsi dan ditindak lanjuti dengan hukum yang berlaku,” harapnya.
Diduga ada orang dalam (petugas) yang membocorkan data pelanggan Telkomsel, Yosua juga berpesan kepada masyarakat agar berhati-hati jika mendapatkan pesan singkat melalui SMS (jangan dibalas) dan jika ada panggilan melaui telpon dengan nomor mencurigakan, jangan diikuti permintaan penelpon yang tak dikenal tersebut meskipun bermoduskan ‘pemenang undian’. (MR/SITI)
