Ratusan Wartawan Tuntut Bupati Asahan Copot Kasat dan PPNS Pol–PP Arogan
METRORAKYAT I ASAHAN — Ratusan wartawan dari berbagai media, baik cetak, elektronik maupun online, menggelar aksi unjuk rasa menuntut agar Bupati Asahan, segera mencopot Kasat Pol-PP, Isa Harahap dan PPNS Pol-PP Asahan, Nasruddin yang dinilai telah melecehkan profesi wartawan, Senin (15/1/2018) di Halaman Kantor Bupati Asahan.
Saat menemui pendemo, Wakil Bupati Asahan, H Surya Bsc, kepada para wartawan menyampaikan akan menindaklanjuti tuntutan tersebut dan kalau saat ini dilakukan pencopotan tentu tidak bisa sebab hal itu membutuhkan proses, ” Saya akan menindak lanjuti permintaan para wartawan,namun kalau sekarang tentunya hal itu tidak bisa dilakukan, ” ujar Surya.
Pernyataan Wakil Bupati itu, disambut baik para wartawan dengan berjanji akan melakukan aksi kembali pada hari Senin depan, bila tidak ada tindakan yang diambil oleh Wakil Bupati Asahan terhadap oknum Satpol PP Asahan yang tidak memahami apa tugas wartawan. Ketua PWI Asahan Indra Sikumbang sangat menyayangkan sikap dan perilaku oknum PPNS Pol-PP yang telah meremas surat tugas wartawan dan itu jelas perbuatan melawan hukum dimana wartawan dalam melaksanakan tugasnya senantiasa dilindungi oleh undang undang.
” Saya minta Bupati Asahan segera mengambil tindakan tegas terhadap para oknum Pol-PP tersebut agar hal ini kedepannya tidak terulang lagi. Saya dan rekan-rekan wartawan juga berharap pihak Polres Asahan segera melakukan proses hukum secepatnya terhadap perkara ini, ” ujar Indra. Sementara, Susilawadi kepada Metrorakyat. com mengatakan bahwa Ia telah melaporkan perlakuan kasar dan pelecehan terhadap profesi wartawan oleh oknum Pol PP tersebut kepada pihak Polres Asahan.
” Saya sudah membuat laporan ke Polres Asahan. Saya juga sangat berharap agar pihak Kepolisian secepatnya menindaklanjuti laporan pelecehan profesi tersebut, ” pungkas Susilawadi. Aksi para awak media ini merupakan buntut dari tindakan arogan oknum pejabat tersebut terhadap salah seorang wartawan Online Asahan, Susilawadi yang hendak melakukan konfirmasi terkait rencana pembongkaran lapak pasar tradisional yang terletak di Jl.Listrik dan Sutomo Kisaran oleh pihak Pol-PP Asahan.
Namun, Susilawadi bukannya memperoleh bahan keterangan, malah Ia mendapatkan perlakuan kasar dan kurang menyenangkan dari Nasruddin yang informasinya baru selesai menjalani pendidikan PPNS Pol-PP yang dibiayai oleh Pemkab Asahan.
Amatan Metrorakyat.com setelah melakukan aksi solidaritas di Kantor Bupati Asahan, para wartawan menuju Tugu Perjuangan Kota Kisaran untuk kembali melanjutanjutkan aksi menyuarakan aspirasinya dengan pengawalan dari Polres Asahan. Setelah puas berorasi, para awak media akhirnya dengan tertib membubarkan diri.(MR/Abid)
