Perayaan Natal PPTSB Sektor Cikampak Labusel Digelar Pada 10 Desember 2017

Perayaan Natal PPTSB Sektor Cikampak Labusel Digelar Pada 10 Desember 2017
Bagikan

METRORAKYAT I CIKAMPAK –Parsadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boruna (PPTSB) Sektor cikampak Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) akan merayakan natal Pada hari Minggu 10 Desember 2017 yang bertempat di gereja GPdi simpang empat Cikampak.

Ketua Panitia St.H. Sinaga,SE.(Ft.Iyut)

Sebelum acara natal dimulai, menurut rencana, seluruh anggota PPTSB sektor Cikampak akan makan bersama terlebih dahulu yang dimai swkitar pukul 14.30 WIB.

Hal itu disampaikan ketua panita St.H.Sinaga, SE didampingi ketua sektor PPTSB Cikampak Ostova M Sinaga kepada MetroRakyat.com, Minggu (26/11/2017) malam saat mengadakan rapat panitia dirumah salah satu pengurus.

Ketua Sektor PPTSB Cikampak Ostova M Sinaga.(Ft.iyut)

Perayaan Natal PPTSB sektor Cikampak tahun ini mengambil Thema :  “ALANGKAH BAIK DAN INDAHNYA HIDUP RUKUN ”
Sub Thema : “MELALUI PERAYAAN NATAL INI KELUARGA BESAR PPTSB CIKAMPAK SEMAKIN RUKUN DAN MENYATU DIDALAM MENYIKAPI SEMUA PROBLEM KEHIDUPAN”

Dalam kesempatan ini juga, panitia mengundang dan mengharapkan kehadiran seluruh anggota PPTSB Cikampak supaya dapat hadir tepat waktu dalam Perayaan Natal tersebut.

Sementara itu, Ketua PPTSB cabang Labusel Jou Raja Sinaga yang dihubungi media ini melalui pesan Whats App berharap, lewat perayaan Natal PPTSB ini, persatuan dan kesatuan marga Sinaga boru dan bere di Labusel akan semakin erat terjalin khususnya PPTSB yang ada di Cikampak.

Ketua Cabang Persadaan Pomparan Toga Sinaga dohot Boru (PPTSB) Cabang Labuhan Batu Selatan Jou Raja Sinaga.(Ft.Iyut)

“Mudah-mudahan natal PPTSB sektor Cikampak dapat berkelanjutan dalam merayakan natal untuk tahun-tahun akan datang,”harap bapak yang aktif berorganisasi ini.

Jou Raja  juga mengingatkan agar selalu berpegang teguh pada falsafah bangso Batak yakni Dalihan Natolu dan menjadikannya sebagai pegangan hidup serta berpegang teguh pada budaya Batak yang diajarkan para leluhur bangso Batak.

“Pertama, Somba marhula-hula,dua Menet mardongan tubu dan yang ketiga, elek marboru,” ujarnya sembari mengatakan bahwa  Dalihan Natolu juga merupakan iman yang mengajarkan kita untuk saling mengasihi sesama makhluk ciptaan Tuhan. (MR/JR/MT SINAGA)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.