Pemugaran Istana Sisingamangaraja Menelan Biaya Milyaran Rupiah di Humbahas Tak Kunjung Selesai Dibangun ,Ada Apa?

Pemugaran Istana Sisingamangaraja Menelan Biaya Milyaran Rupiah di Humbahas Tak Kunjung Selesai Dibangun ,Ada Apa?
Bagikan

MetroRakyat.com I  Humbahas -Hampir setahun sudah pemugaran istana Sisingamangaraja XII di desa Simamora kecamatan Bakti Raja dikerjakan terhitung mulai November  2016  sampai saat ini memasuki bulan Oktober 2017 namun belum juga rampung dikerjakan .

Sebagaimana diketahui, dana pemugaran ini berasal dari sumbangan PT. INALUM senilai Rp.1.300.000.000 (satu miliar tiga ratus juta rupiah) yang di peruntukkan untuk pemugaran istana Sisingamangaraja.

Sebagai salah satu tempat wisata favorit di kab,Humbang Hasundutan, Istana Sisingamangaraja sering mendapat perhatian dari Perusahaan Swasta baik yang berada di Kab. Humbang Hasundutan ataupun perusahaan Swasta yang ada di Provinsi Sumatera Utara.

Tetapi pada pengerjaannya terkesan tidak Transparan, terlebih pemerintah daerah penerima bantuan tersebut.

Dalam  pengamatan metrorakyat.com Jumat (13/10/17) banyak ditemukan kejanggalan yang diduga tidak sesuai dengan RAB seperti konstruksi bangunan pagar batu, dimana pengerjaannya hanya berupa penyusunan batu tanpa ada campuran semen,dan sesuai permintaan ahli waris Raja Sisingamangaraja Sunambela agar dibuatkan pagar batu setinggi 2M tetapi yang  disepakati hanya 180 cm. Ironisnya, ada juga pagar setinggi 50-80 CM sepanjang  20 M.

Tidak sampai disitu saja, Pembuatan pondok juga tidak sesuai dengan gambar yang pernah  pernah diperlihatkan ke ahli waris simana, atap pondok itu seharusnya dicoor tetapi kenyataan dilapangan beratap seng.

Tidak sampai sisitu, tidak jauh beda dengan pembangunan kamar mandi dan segala perlengkapanya yang menelan biaya yang menurut sumber informasi yang layak dipercaya mencapai Rp.100.000.000 (seratus juta rupiah).

Dan yang paling mengherankan, pengerjaan  ini sampai saat ini tidak pernah ada terpampang atau terlihat papan proyek sebagimana lazimnya sehingga, tidak pernah diketahui  perusahaan mana yang mengerjakan proyek ini.

Menindaklanjuti kondisi bangunan tersebut, metrorakyat.com mencoba konfirmasi ke PT.INALUM pada tanggal 13 Oktober 2017 kepada salah seorang pegawai bermarga  Nainggolan, menurutnya,pihak INALUM hanya sebagai penyedia dana dan selanjutnya dalam pelaksanaannya adalah tanggung Pemkab Humbahas melalui Dinas Pariwisata.

Sementara, Dinas Pariwisata Kab.Humbahas yang dihubungi media ini melalui  selular Ferdinan Sitinjak, Kabid Destinasi  terkesan tertutup dan kurang bersahabat dalam memberikan informasi terkait  pemugaran istana Sisimangaraja tersebut, bahkan yang sangat disayangkan nada bicara pejabat publik inipun terkesan kurang bersahabat.

“Apa..apa yang kurang,apa yang janggal disitu?!”ujarnya dengan nada sedikit meninggi, sembari menyuruh metrorakyat.com untuk menanyakan langsung ke pihak rekanan.

Tidak jauh beda, saat Kadis Pariwisata Kab.Humbahas Hotmaida Butarbutar  dihubungi via seluler berkilah bahwa dirinya baru saja menjabat. Menurutnya, dirinya hanya sebagi penerus dari pejabat sebelumnya terkait proyek tersebut.

Padahal, didalam UU 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP) antara lain jelas dikatakan dikatakan bahwa, Setiap Badan Publik wajib mengumumkan Informasi
Publik secara berkala.

Namun sepertinya hal ini tidak didapatkan dari pemkab Humbahas khususnya Dinas Pariwisata.

Dan sampai berita ini ditayangkan, belum ada informasi resmi  yang diterima  metrorakyat.com terkait proyek pengerjaan istana Sisimangaraja yang menelan biaya hingga milyaran rupiah tersebut.(MR2/Desmon)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.