Marak Video Porno di Portal Berita, Anggota DPRD Medan Ini Minta Diskominfo Perketat Pengawasan Internal Dan Blokir Situs Penyedia Video Porno
METRORAKYAT.COM | MEDAN – Saat ini penggguna jejaring sosial telah dapat mengakses situs film porno dari akses media sosial dan online, tanpa harus dicari secara otomatis video porno tersebut akan muncul didepan layar monitor ataupun Andorid anda. Video porno tersebut ada yang bergerak dan tidak bergerak, dengan tulisan yang yang kurang sopan.
Hal ini membuat banyak pihak mengeluh, apalagi, dewasa ini para pengguna internet adalah anak berusia muda atau anak sekolah.
Sementara sebelumnya, Kemenkominfo mengaku, sudah melakukan pemblokiran terhadap situs-situs porno yang jumlahnya mencapai ribuan, seperti yang diucapkan oleh aktivis Badan Investigasi Nasional Abdulkadir Zailani, S.Sos.
Berbagai pihak menganggap hal ini merupakan peringatan buruk ditengah pesatnya kemauan teknologi terutama dibidang media sosial dan media online.
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Ihwan Ritonga, SE saat diminta tanggapannya terkait maraknya beredar video porno di jejaring sosial tersebut mengatakan, sudah seharusnya pemerintah dalam hal ini Dinas Kominfo melakukan langkah-langkah agar bagaimana situs porno yang dapat dengan mudah dilihat oleh siapa saja pengguna media online dapat diblokir.
Ihwan yang juga Koordinator Komisi A DPRD Kota Medan ini lebih setuju jika dilakukan pencegahan dari dan pengawasan internal dinas Kominfo itu sendiri, karena bagaimana mungkin situs video porno dapat secara tiba-tiba masuk ke media online atau jejaring sosial dalam berbagai bentuk, tanpa diketahui oleh Dinas Kominfo itu sendiri.
“ Kalau tayangan video porno bisa masuk sendiri, berarti Dinas Kominfo kecolongan donk,” terang Ihwan, Senin, (17/7/2017).
Selain memblokir situs-situs yang sengaja memasukkan video porno baik dalam bentuk gambar bergerak dan gambar tidak bergerak, Dinas Kominfo juga harus mencari tahu dari mana saja asal video tersebut berasal.
“ Sementara kita sangat terkejut jika, ada media online yang dalam pemberitaannya selalu mengkritik pemerintah, malah di blokir websitenya. Sementara banyak media yang menyajikan tayangan vulgar dan seronok, seolah didiamkan,” terangnya.
Ihwan juga berharap kebijakan Dinas Kominfo dan Informatika untuk menyaring semua tayangan yang muncul di media-media sosial dan online yang sengaja menayangkan film-film porno.
“ Siapapun yang melihat tayangan film porno lama-kelamaan akan dapat terpancing, apalagi video porno tersebut muncul dengan sendirinya. Dampak pornografi katanya, akan menimbulkan pemaksaan gairah syahwat dan juga yang bersangkutan akan memiliki prilaku negatif,” tuturnya.
Politisi dari Partai Gerindra pemilihan-1 ini berharap pengawasan para orangtua aktif kepada anak-anak mereka juga para guru disekolah, terutama yang sudah yang sudah pintar ke warnet, menggunakan android.
“ Kalau saya setuju SDM di Dinas Kominfo ditingkatkan lagi, untuk menjaga agar jangan sampai kebobolan dari para hacker (peretas), perkuat undang-undang Pornoaksi dan Pornografi baik aplikasi-aplikasinya ditengah-tengah masyarakat,” pungkas ketua TIDAR Sumatera Utara itu. (MR10/red).

