Medan Utara Ditambah 1.000 LPJU di 183 Titik, Wali Kota Medan Pastikan Setiap Lingkungan Akan Terang Benderang
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Masyarakat di Medan Utara dipastikan tidak akan lagi mengeluhkan masalah lampu penerangan jalan, sebab, tahun 2026, Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi telah memulai program penambahan 1.000 Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang akan dipasang secara bertahap di berbagai wilayah Kota Medan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk meningkatkan penerangan di kawasan permukiman dan jalan yang selama ini masih minim pencahayaan, sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat saat beraktivitas pada malam hari.
Turut mendampingi, Kadishub Medan Irsan, Kadis SDABMBK Khairul Azmi, Kadis Perkimcitaru Jhon Ester Lase, Tim pelaksana, Camat Medan Marelan Zulkifli S Pulungan dan tokoh masyarakat.
Rico mengatakan, dari total 1.000 LPJU yang diprogramkan tahun ini, sebanyak 183 titik dialokasikan untuk tiga kecamatan di kawasan Medan Utara dan Belawan.
Salah satu lokasi pemasangan perdana berada di Gang Amaliyah, Kelurahan Terjun, Kecamatan Medan Marelan.
“Hari ini kita memulai program penambahan LPJU sebanyak 1.000 untuk seluruh wilayah Kota Medan. Untuk wilayah satu ini ada 183 titik untuk tiga kecamatan di Medan bagian Utara dan juga Belawan,” ujar Rico kepada wartawan usai melakukan peletakan batu pertama pemasangan LPJU di Gang Amaliyah, Kecamatan Medan Marelan, Kamis (1/10/2026).
Khusus di Gang Amaliyah, Pemko Medan merencanakan pemasangan sebanyak 10 titik LPJU dengan ketinggian sekitar tujuh meter.
“Pemasangan ini diharapkan mampu memberikan penerangan yang lebih optimal bagi warga, terutama di kawasan yang sebelumnya belum memiliki fasilitas penerangan jalan dari pemerintah,” ucapnya.
Menurut Rico, kebutuhan LPJU masih cukup tinggi karena di sejumlah ruas jalan dan gang di Kota Medan bukan hanya mengalami kekurangan penerangan, tetapi memang belum memiliki lampu penerangan yang memadai.
“LPJU ini dibutuhkan masyarakat karena masih banyak jalan yang bukan saja kurang penerangannya, tetapi sebelumnya memang belum ada lampu. Ini kita benahi agar daerah-daerah semakin terang,” ujarnya.
Rico menegaskan, program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemasangan lampu, tetapi juga menjadi bagian dari penataan kawasan dan peningkatan kualitas infrastruktur lingkungan.
Ia mencontohkan kondisi di Gang Amaliyah yang selain minim penerangan, juga kerap dilaporkan mengalami genangan hingga banjir ketika hujan turun. Kondisi tersebut dipengaruhi posisi badan jalan di dalam gang yang lebih rendah dibandingkan jalan utama di depannya.
“Kami juga menerima laporan di Gang Amaliyah ini sering terjadi genangan maupun banjir. Kalau kita lihat, ketinggian jalan di depan cukup lebih tinggi dibandingkan Gang Amaliyah,” jelasnya.
Atas kondisi tersebut, Pemko Medan juga telah memasukkan peningkatan infrastruktur jalan di kawasan tersebut dalam perencanaan. Salah satunya melalui rencana peningkatan badan jalan dengan konstruksi beton serta pembenahan saluran drainase.
“Karena itu, dalam perencanaan jalan ini juga akan dibeton. Drainasenya kita perbaiki sehingga bisa mengurangi dampak banjir,” ungkap Rico.
Dengan demikian, penanganan di Gang Amaliyah tidak berhenti pada pemasangan LPJU. Pemko Medan juga berupaya melakukan pembenahan secara terpadu dengan memperhatikan persoalan jalan dan drainase yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam kunjungan tersebut, Rico juga menerima laporan terkait kondisi sebuah madrasah di kawasan tersebut. Pihak sekolah sebelumnya telah mengajukan bantuan untuk renovasi dan perbaikan bangunan, khususnya bagian tertentu yang membutuhkan perhatian.
Rico menyebut Pemko Medan akan membantu sesuai kewenangan dan program yang tersedia untuk mendukung perbaikan fasilitas pendidikan tersebut.
“Untuk madrasah, kami menerima laporan dan sudah dilakukan pengajuan bantuan renovasi atau perbaikan. Terutama bagian tertentu yang membutuhkan perbaikan, nanti akan dibantu melalui program bantuan sekolah,” katanya.
Terkait keberadaan lampu yang sebelumnya sudah terpasang di kawasan tersebut, Rico menjelaskan bahwa sebagian merupakan lampu swadaya masyarakat. Dengan hadirnya program 1.000 LPJU dari Pemko Medan, fasilitas penerangan akan ditata dan ditambah sehingga kebutuhan penerangan masyarakat dapat dipenuhi secara lebih merata.
“Kalau lampu yang sudah ada itu merupakan swadaya masyarakat. Kalau yang ini memang program dari Pemerintah Kota Medan,” ujarnya.
Rico menargetkan pemasangan 1.000 LPJU tersebut dapat dituntaskan sebelum pertengahan Desember 2026. Dengan demikian, seluruh titik yang telah ditetapkan diharapkan sudah mendapatkan penerangan baru sebelum akhir tahun.
“Untuk 1.000 LPJU tahun ini, penyelesaiannya sebelum pertengahan Desember sudah selesai seluruhnya,” tegasnya.
Tak berhenti pada program tahun ini, Pemko Medan juga menyiapkan penambahan LPJU dalam jumlah yang lebih besar pada tahun berikutnya. Rico menyebut pemerintah kota menargetkan pemasangan tambahan sebanyak 5.000 LPJU pada tahun 2027.
“Untuk tahun depan kita tambah 5.000 pemasangan LPJU. Ini bagian dari target kita agar kebutuhan penerangan di seluruh wilayah Kota Medan bisa semakin terpenuhi,” pungkas Rico. (MR/red)

