Walikota Medan Minta Seluruh Lurah Wajib Beri Laporan Kondisi Kebersihan dan Pelayanan Kantor

Walikota Medan Minta Seluruh Lurah Wajib Beri Laporan Kondisi Kebersihan dan Pelayanan Kantor
Keterangan foto: Walikota Medan, Rico Waas saat menegur lurah dan pegawai kelurahan Dwikora atas temuan kondisi kantor kotor, berdebu dan tidak nyaman. (metrorakyat.com)
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta seluruh kantor kelurahan wajib melaporkan kondisi kebersihan dan kenyamanan kantor setiap Minggu. Hal ini buntut kekecewaannya saat menemukan kondisi kebersihan Kantor Lurah Dwikora, Jalan Setia Luhur, Kecamatan Medan Helvetia, Selasa (29/9/2026).

Temuan tersebut langsung memantik teguran keras Rico Waas kepada jajaran Kelurahan Dwikora, termasuk Lurah Dwikora Rio Siregar.

Rico Waas menyebut, bukan pelayanan yang pertama kali menjadi sorotan, melainkan kondisi kantor pemerintahan yang justru terlihat jauh dari kata layak. Debu tebal, berkas berserakan, lampu mati hingga sarang laba-laba ditemukan di sejumlah ruangan.

Diketahui, kunjungan itu dilakukan Rico Waas di sela-sela peninjauan Puskesmas Helvetia. Setibanya di kantor kelurahan Dwikora, ia tidak hanya melihat ruang pelayanan, tetapi menyusuri satu per satu ruangan, mulai dari lemari, aula hingga ruangan yang selama ini tidak dimanfaatkan.

Rico bahkan mempertanyakan hal-hal sederhana seperti lampu yang mati. Menurutnya, persoalan kecil semestinya tidak perlu menunggu wali kota datang untuk ditemukan dan diperbaiki.

“Kerja yang benar,” tegas Rico.

Kekecewaan Rico semakin terlihat ketika menemukan asbak rokok di salah satu ruangan. Ia langsung mempertanyakan aktivitas merokok di dalam kantor pemerintahan yang seharusnya menjadi kawasan tanpa rokok.

“Ini kantor kawasan tanpa rokok, nggak?. Kalian menunjukkan yang salah, tahu nggak?. Paham?” tegasnya.
Para pegawai pun menjawab, “Paham, Pak”.

Tak berhenti di situ. Saat memasuki ruangan lain yang dipenuhi debu dan sarang laba-laba, Rico kembali melontarkan teguran.

Ia menyindir kondisi ruangan yang sebenarnya masih bisa dimanfaatkan, tetapi justru dibiarkan terbengkalai.

“Kalian bilang kekurangan ruangan. Ruangan ini ada, tapi nggak dirapikan. Ditata dengan baik kalau mau dijadikan gudang. Ini dibiarkan seadanya,” ujarnya.

Bagi Rico, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan kebersihan. Kantor kelurahan merupakan wajah pemerintah yang berhadapan langsung dengan masyarakat.

Karena itu, ia meminta seluruh camat dan pengawas tidak hanya memeriksa Kantor Lurah Dwikora, tetapi melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh kantor kelurahan di Kota Medan.

Setiap ruangan wajib diperiksa, dibersihkan, ditata dan didokumentasikan. Tidak boleh ada lagi ruang yang dibiarkan kotor, berantakan maupun terbengkalai.

“Saya minta seluruh foto ruangan yang ada di kelurahan, semuanya saya mau minta diperiksa, dibersihkan. Nggak ada ruangan yang tersisa. Semuanya harus diperiksa, didokumentasikan!” tegasnya.

Rico memberikan waktu satu minggu kepada lurah dan jajarannya untuk melakukan pembenahan.

Arsip yang sudah tidak diperlukan diminta disingkirkan. Sementara ruangan yang masih dapat digunakan harus ditata dan dimanfaatkan untuk menunjang pekerjaan serta pelayanan kepada masyarakat.

“Namanya kantor kelurahan itu adalah rumah kita sendiri. Benahi apa yang bisa. Jangan ada ruangan-ruangan terbengkalai kayak gini,” tegasnya.

Tak hanya pembenahan fisik, Rico juga meminta seluruh lurah di Kota Medan wajib melaporkan kondisi kebersihan dan kerapian kantor setiap minggu.
Laporan tersebut menjadi bagian dari pengawasan agar kondisi kantor kelurahan dapat dipantau secara rutin dan tidak kembali dibiarkan semrawut setelah dilakukan pemeriksaan.

Menurut Rico, kantor pemerintahan harus menjadi tempat yang bersih, nyaman, aman dan rapi sekaligus mencerminkan pelayanan yang humanis kepada masyarakat.

“Ini bukan sekadar persoalan estetika, melainkan bentuk tanggung jawab aparatur terhadap aset pemerintah. Sebab, seluruh fasilitas tersebut dibangun dan dirawat menggunakan uang masyarakat. Harus ada rasa dicintai dari ruangan kita sendiri, karena ini aset dari pemerintah. Semuanya itu pakai uang masyarakat dan bertanggung jawab untuk itu,” ujarnya.

Rico menegaskan, jabatan dan atribut sebagai aparatur pemerintahan tidak cukup jika tidak dibarengi tanggung jawab.

Menurutnya, integritas justru harus terlihat dari hal-hal sederhana, termasuk merawat kantor, menjaga fasilitas pemerintah dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik.

“Masyarakat butuh yang mau kerja, yang punya integritas, yang mau melayani, mau merawat. Jadi jangan asal-asalan!” pungkasnya. (MR/Irwan)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan