PLN Siapkan 141,18 Kilometer Jaringan Tegangan Menengah dan 193,94 Kilometer Jaringan Tegangan Rendah

PLN Siapkan 141,18 Kilometer Jaringan Tegangan Menengah dan 193,94 Kilometer Jaringan Tegangan Rendah
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PALEMBANG – Pemerintah mempercepat pemerataan akses listrik di Sumatera Selatan melalui sinkronisasi Program Listrik Perdesaan (Lisdes) 2026–2029.

Sebanyak 98 dari 129 lokasi yang diusulkan untuk program Lisdes 2026 ditetapkan siap ditindaklanjuti, dengan target penyelesaian hingga akhir 2026 dan kuartal pertama 2027.

Sinkronisasi melibatkan PT PLN (Persero), Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kementerian/lembaga terkait, serta pemerintah daerah.

Pertemuan berlangsung di Kantor PLN Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB), Palembang, Rabu (16/09/2026).

Forum yang diinisiasi Direktorat Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM tersebut membahas pemutakhiran data calon lokasi, kesiapan lahan, serta penyelesaian perizinan pembangunan jaringan listrik yang berada di dalam atau melintasi kawasan hutan dan area penggunaan lainnya.

Direktur Pembinaan Ketenagalistrikan Strategis Ditjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM RI, Andriah Feby Misna, S.T., M.T., M.Sc., menegaskan bahwa kelengkapan dan validitas data menjadi dasar penting dalam menentukan perencanaan pembangunan infrastruktur kelistrikan.

“Program Listrik Perdesaan merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempercepat penyediaan akses tenaga listrik secara merata, khususnya bagi masyarakat di wilayah perdesaan, terpencil, dan belum berlistrik,” ujar Andriah.

Menurutnya, kesiapan lahan dan penyelesaian perizinan harus dipastikan sejak awal agar pembangunan tidak terkendala ketika memasuki tahap pelaksanaan.

Berdasarkan pemutakhiran PLN, pembangunan untuk 98 lokasi tersebut mencakup jaringan tegangan menengah sepanjang 141,18 kilometer sirkuit (kms) dan jaringan tegangan rendah sepanjang 193,94 kms. Selain itu, PLN merencanakan pembangunan gardu distribusi dengan kapasitas total 5.450 kVA.

Andriah meminta hasil sinkronisasi tidak berhenti pada penyamaan data, tetapi dilanjutkan dengan langkah konkret untuk setiap lokasi.

“Kita perlu memastikan status setiap lokasi, status lahannya, status perizinannya, dokumen yang masih diperlukan, pihak yang bertanggung jawab, serta target waktu penyelesaiannya,” katanya.

Kendala Kawasan Hutan hingga Akses Material
General Manager PLN UID S2JB, Diksi Erfani Umar, mengatakan keberhasilan Program Lisdes tidak hanya bergantung pada kesiapan teknis pembangunan jaringan, tetapi juga dukungan berbagai pihak dalam menyelesaikan hambatan di lapangan.

Menurut Diksi, sejumlah lokasi masih menghadapi tantangan, antara lain akses jalan yang belum dapat dilalui kendaraan pengangkut material, wilayah perairan, persoalan tanam tumbuh, serta rencana pembangunan jaringan yang melintasi kawasan hutan produksi dan hutan lindung.

“PLN telah menyiapkan perencanaan teknis dan langkah pelaksanaannya. Namun, karakter setiap lokasi berbeda. Ada yang membutuhkan kepastian lahan, pembukaan akses mobilisasi material, penyelesaian tanam tumbuh, hingga perizinan kawasan hutan,” jelas Diksi.

Ia menambahkan, pemetaan kendala diperlukan agar setiap persoalan memiliki penanggung jawab dan target penyelesaian yang jelas.

Selain perluasan jaringan listrik, PLN juga menyiapkan alternatif elektrifikasi bagi wilayah yang sulit dijangkau jaringan eksisting.

Di Sumatera Selatan, terdapat rencana pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 14 lokasi untuk mendukung program Lisdes.

Diksi menegaskan, koordinasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran.

“Ketika listrik hadir, masyarakat memperoleh akses yang lebih luas terhadap pendidikan, kesehatan, informasi, kegiatan produktif, hingga peluang mengembangkan usaha,” ujarnya.

Melalui forum tersebut, PLN bersama pemerintah pusat dan daerah menyusun langkah tindak lanjut, mulai dari validasi data, pemenuhan kesiapan lahan, penyelesaian perizinan, hingga pemantauan progres secara berkala.

Sinkronisasi ini diharapkan mempercepat realisasi Program Lisdes 2026–2029 dan memperluas akses listrik bagi masyarakat di desa serta dusun yang belum terjangkau layanan kelistrikan di Sumatera Selatan. (MR/YOPI007)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan