Edwin Sugesti Minta Pemko Medan Inventarisir Korban Angin Kencang dan Hujan Deras
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Medan pada Selasa (18/8) sore hingga malam menyebabkan sejumlah kerusakan dan kerugian material yang dialami masyarakat.
Pohon tumbang hingga atap rumah beterbangan menjadi pemandangan di sejumlah wilayah Kota Medan. Bahkan, sejumlah kendaraan milik warga dilaporkan rusak setelah tertimpa pohon tumbang.
Anggota DPRD Kota Medan, Edwin Sugesti, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan segera melakukan inventarisasi terhadap masyarakat yang terdampak bencana tersebut.
Menurut Edwin, kondisi hujan deras dan angin kencang merupakan bencana alam yang tidak dapat dihindari. Namun, pemerintah harus hadir untuk memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perhatian dan penanganan.
“Data kerugian yang dialami masyarakat akibat bencana ini harus segera didata. Banyak kendaraan warga yang tertimpa pohon, rumah mengalami kerusakan, dan kita juga perlu memastikan apakah ada korban jiwa,” ujar Edwin.
Politisi PAN tersebut juga mengimbau masyarakat yang mengalami kerugian akibat pohon tumbang maupun kerusakan rumah untuk segera melapor kepada kepala lingkungan (kepling) dan pihak kelurahan setempat.
Menurutnya, pendataan penting dilakukan agar pemerintah dapat mengetahui secara pasti jumlah warga terdampak serta total kerugian yang dialami.
“Pemko Medan memiliki anggaran penanganan bencana melalui BPBD Kota Medan. Karena itu, masyarakat yang terdampak harus didata agar bantuan dan penanganannya dapat dilakukan secara tepat,” katanya.
Edwin menambahkan, dampak hujan deras dan angin kencang juga dirasakan Ketua DPRD Kota Medan serta sejumlah pegawai kantor Kecamatan Medan Barat.
Kendaraan dinas mereka turut menjadi korban setelah tertimpa pohon tumbang.
Selain meminta pendataan korban, Edwin juga menyoroti kinerja Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Medan terkait pemeliharaan dan pengawasan pohon-pohon tua dan rindang yang berada di sejumlah ruas jalan.
Ia menilai, kondisi pohon yang sudah tua dan berpotensi tumbang harus menjadi perhatian serius pemerintah untuk mencegah kejadian serupa kembali terjadi.
“Kita sangat menyayangkan jika kondisi pepohonan kurang mendapat perhatian. Perawatan, termasuk pemangkasan pohon yang sudah tua dan rawan tumbang, harus dilakukan secara rutin,” tegasnya.
Edwin juga meminta DLH tidak hanya fokus melakukan penebangan pohon untuk kepentingan proyek tertentu, tetapi tetap memperhatikan keselamatan masyarakat di seluruh wilayah Kota Medan.
“Jangan hanya ngebut menebang pohon untuk proyek BRT, sementara pohon-pohon di wilayah Kota Medan lainnya terabaikan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas,” pungkas Edwin yang duduk di Komisi IV DPRD Kota Medan.
Sementara itu, BPBD Kota Medan menyatakan telah melakukan inventarisasi terhadap masyarakat yang terdampak bencana. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 13 kepala keluarga (KK) mengalami kerugian akibat hujan deras dan angin kencang yang melanda Kota Medan.(MR/irwan)

