Warga Keluhkan Kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar, Sampah Biasa Tiga Kali Diangkut dalam Seminggu Kini Hanya Sekali

Warga Keluhkan Kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar, Sampah Biasa Tiga Kali Diangkut dalam Seminggu Kini Hanya Sekali
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PEMATANG SIANTAR – Pasca kenaikan tarif retribusi sampah yang dilakukan oleh Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar khususnya di wilayah Jalan Madura Bawah, Madura Atas dan Jalan Seram sekitarnya, yang sebelumnya dari Rp 5000 menjadi Rp 10.000 per bulan, justru melahirkan keluhan dan komplain.

Keluhan dan komplain tersebut dirasakan warga (masyarakat) akibat kinerja Dinas DLH dan Kebersihan yang dinilai buruk. Pasalnya sampah rumah tangga yang biasanya diangkut oleh truck pengangkut sampah tiga kali dalam seminggu kini hanya satu kali seminggu. Hal itu membuat warga (masyarakat) menjadi sangat tidak nyaman akibat merasakan bau dari sampah yang membusuk.

Hal itu disampaikan oleh beberapa orang warga Jalan Madura Bawah dan Madura Atas dan Jalan Seram sekitarnya, Kelurahan Bantan Kecamatan Siantar Barat Kota Pematangsiantar sekitar kepada Metrorakyat.com pada Kamis (28/5/2026) sore. Dimana warga menyampaikan mereka merasa heran, pasca pergantian pimpinan dan kenaikan tarif retribusi sampah dari 5000 rupiah menjadi 10000 rupiah, yang biasanya sampah diangkut tiga kali dalam seminggu kini hanya menjadi satu kali seminggu.

“Gimana ya bang dinas lingkungan hidup ini. Sampah yang biasa diangkut tiga kali dalam seminggu kini hanya satu kali. Padahal tarif retribusi udah naik. Jadi kebaukan kami karena sampah yang lama gak diangkut jadinya busuk,” keluh EK (47) seorang warga Jalan Madura yang minta identitas namanya dirahasiakan.

Hal senada juga disampaikan RR (71) warga Jalan Seram yang juga komplain karena merasakan hal yang sama.

Terkait keluhan warga tersebut ketika hal itu dikonfirmasi kepada Arri S Sembiring selaku kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Pematangsiantar, Jumat (29/5/2026) dalam jawabannya yang disampaikan lewat pesan WhatsApp menyebut: “Terimakasih atas laporannya🙏Bisa kami pastikan tidak ada pengangkutan di Jalan Madura Bawah dan Jalan Seram itu hanya 1X dalam seminggu bg.”

Atas jawaban yang diberikan, selanjutnya Metrorakyat.com mencoba mengkonfirmasi kembali.

Namun hingga berita ini dikirimkan ke redaksi, tidak ada penjelasan lebih lanjut.

Warga berharap ke depan kiranya ada perbaikan sehingga tidak lagi merasakan bau akibat sampah yang membusuk.(MR/MBPS)

Metro Rakyat News

Tinggalkan Balasan