Kepsek SD 173382 Hutatinggi Diduga Korupsi Dana Bos Tahun Anggaran 2025
METRORAKYAT.COM, TAPUT – Penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) oleh kepala sekolah sering terjadi melalui modus laporan fiktif, markup harga, dan penggunaan pribadi. Pelaku umumnya menyalahgunakan dana tahunan untuk kepentingan pribadi , yang berdampak pada penurunan kualitas pendidikan. Kasus seperti ini banyak terjadi di Indonesia.
Korupsi penggunaan Dana Bos kerap dilakukan oknum Kepala Sekolah di seluruh Indonesia. Terjadi lagi, Kepala Sekolah SD.N 173382 Hutatinggi diduga melakukan Korupsi Penggunaan Dana Bos Sekolah Tahun Anggaran 2025. Isu Kepala Sekolah diduga melakukan Korupsi Dana Bos tercuap saat Tim Media ini melakukan investigasi ke sekolah, selasa 21/4/2026 bahwa di dapati adanya informasi bahwa Kepala Sekolah melakukan Korupsi Dana Bos.
Informasi yang didapati dilapangan dari salah satu sumber terpercaya, yang namanya tidak bersedia menyebutkan, bahwa Kepala Sekolah SD.N 173382 Hutatinggi diduga menyelewengkan dana bos tahun anggaran 2025. Sumber menjelaskan bahwa pada Tahun 2025, Kepsek hanya melakukan pembelanjaan keperluan sekolah hanya sapu dan kain pel, Selebihnya tidak ada lagi dibelanjakan atau dibeli dari anggaran dana BOS.
” Hanya kain pel dan sapu yang dibeli tahun 2025 pak, untuk tahun 2026 bulan 3 dibeli lagi lah 4 sapu. Untuk honor tidak ada dibayar bos, mengingat bahwa 2 lagi honor sudah sertifikasi. Jadi uang Dana Bos, kita tidak mengetahui kemana digunakan” ucapnya
Kepala Sekolah SD.N 173382 Hutatinggi br. Pardede saat di konfirmasi terkait dugaan korupsi Dana Bos Tahun 2025, melalui telepon whatshap, kamis 23/4/2026 mengatakan akan melaporkan wartawan terkait pencemaran nama baik. Kepala sekolah menerangkan bahwa ianya kepala sekolah mulai april 2025. Menurutnya, Dana Bos Tahun 2025 tidak dikelola olehnya.
” jangan asal ngomong kau ya. Saya laporkan nanti kau pencemaran nama baik. Saya kepala sekolah disini bulan april tahun 2025. Dana Bos Tahun 2025 bukan saya yang mengelola” ucapnya.(MR/ Andoky Manalu)
