Bupati Taput Bantah Adanya Pengutipan Fee Proyek Revitalisasi, Kepala Sekolah Siap Buka Permainan Busuk Oknum PNS

Bupati Taput Bantah Adanya Pengutipan Fee Proyek Revitalisasi, Kepala Sekolah Siap Buka Permainan Busuk Oknum PNS
Bagikan

METRORAKYAT.COM, TAPUT – Sebelumnya telah tayang di media metrorakyat.com adanya dugaan pengutipan Fee Proyek Revitalisasi yang diduga dilakukan oleh Oknum PNS Dinas Pendidikan Taput inisial J.L.

Menanggapi isu tersebut, Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat membantah adanya dugaan pengutipan Fee yang disampaikan untuk jatah Pimpinan. Jonius mengatakan bahwa mulai dari awal pekerjaan, Bupati sudah menekankan kepada seluruh pegawai Dinas Pendidikan Tapanuli Utara agar tidak memberatkan Kepala Sekolah untuk pegurusan administrasi Revitalisasi.

Untuk dugaan pengutipan fee proyek, Bupati Taput mengatakan akan memberikan tindakan tegas apabila benar ada oknum yang melakukan pengutipan fee proyek Revitalisasi.

“Itu ngak benar, dan saya sudah sampaikan jangan ada memberatkan kepala sekolah, dan kalau ada maka akan kita ambil tindakan.Tetap ada pengawasan dari dinas Inspektorat dan kerjasama dengan kejaksaaan”jelas bupati melalui pesan WA saat dimintai tanggapannya, rabu(4/2/2026).

Terpisah, salah satu Kepala Sekolah yang namanya tidak bersedia untuk disebutkan mengatakan bahwa segala sesuatu pengurusan administrasi Revitalisasi hingga SPJ tidak ada berhubungan dengan Kabupaten, melainkan langsung berhubungan ke pusat.

” Saya mau ini harus di usut tuntas, karena proyek ini merupakan program pusat. Sewaktu kami BimTek, APH sudah berpesan kepada kami untuk tidak takut menyuarakan apabila ada pelanggaran yang dilakukan oknum- oknum tertentu didaerah kami masing- masing. Jangan karena pekerjaan ini kami dijadikan lahan basah oleh oknum- oknum yang tidak bertanggung jawab” jelas kepsek

Saat di konfirmasi Plt Kadis Pendidikan Tapanuli Utara Betty Sitorus membantah adanya pengutipan Fee proyek Revitalisasi yang dilakukan oknum PNS di Dinas Pendidikan Taput. Bahkan dukungan diberikan Dinas agar program revitalisasi bisa berjalan dengan baik.

“Dinas Pendidikan tidak benar melakukan tindakan tersebut, kami senantiasa mendukung Program Revitalisasi untuk perbaikan Sarpras Pendidikan yg bersumber dari Pusat dan dilaksanakan oleh Sekolah yang bersangkutan” jelas betty.(MR/ Andoky Feri Welli Manalu)

Metro Rakyat News