Produksi Padi di Kabupaten Malang Mencapai Surplus 80 Ribu Ton
METRORAKYAT.COM, MALANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melalui Bupati Malang, H.M.Sanusi, ada pada program panen padi di Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang Jawa Timur, pada Rabu (7/1/2025).
Berdasarkan pendataan terkait pertanian ,bahwah produksi padi di Kabupaten Malang pada 2025 surplus 80 ribu ton.
Bupati Malang,Sanusi, pada kesempatan ini menghadiri kegiatan panen perdana dan tanam padi unggul di Desa Tanggung, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang bersama Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Malang.
Dalam hal ini ,Pemkab Malang terus berupaya memberikan dukungan atas terwujudnya swasembada pangan dengan berbagai inovasi positif.
Bahkan pemkab Malang terus mendukung terwujudnya swasembada pangan dengan berbagai inovasi utamanya terkait pertanian.
Hal ini di sampaikan langsung oleh orang penting nomor satu di Kabupaten Malang ini.
“Dapat sikatakan nahwah pasokan (padi) sampai hari ini sekitar 480 ribu ton, dan yang untuk dikonsumsi sekitar 400 ribu ton sehingga ada surplus 80 ribu ton,” kata Bupati Malang H.M Sanusi.
Sanusi menjelaskan bahwah demi mempertahankan kondisi ini, beberapa pihak telah melakukan berbagai inovasi agar bertahan atau lebih unggul.
Seperti menanam padi unggul atau padi terbaik agar hasil panen yang awalnya hanya 7-8 ton per hektare dapat meningkat menjadi 12 ton per hektare.
“, Pemkab tidak ada hentinya memberikan dukungan ,bahkan baerbagi ilmu agar mendapat kualitas yang bagus ,lalau bisa berdampak pada kenaikan (panen) sekitar 40 persen dengan keluasan lahan baku yang masih terjaga seluas 43 ribu hektar di Kabupaten Malang,” jelasnya.
Bahkan pihaknya juga akan berkolaborasi bersama petani, maupun organisasi tani seperti HKTI Kabupaten Malang dalam mendongkrak produktivitas padi untuk jauh lebih kompeten.
Dengan demikian langkah swasembada pangan di Kabupaten Malang maupun nasional bisa terwujud.
Di sisi lain,etua DPC HKTI Kabupaten Malang, Makhrus Sholeh menambahkan total padi yang dipanen hari ini sebanyak 12 ton per hektare , padi organik dengan bibit yang baru dikembangkan.
“Estimasi panen padi ini sekitar 12 ton, umumnya per batang padi menghasilkan 250 butir, yang kami kembangkan ini perbatang padinya bisa capai 500 butir,” ucapnya.
Mahrus siap untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Malang serta gabungan kelompok petani (Gapoktan) untuk meningkatkan pasokan beras khususnya Kabupaten Malang.
Masih kata Mahrus “Ada yang sudah dikembangkan Dinas Pertanian dengan produk Sukma dan Kasima , sedangkan yang kita kembangkan ini belum ada namanya,” tukasnya.
Akan tetapi Mahrus memastikan padi organik yang diuji cobakan itu memiliki keunggulan dan kelebihan yakni bebas dari residu, terhindar dari pestisida. Serta lebih sehat untuk dikonsumsi.(MR/pro).
