Sempat Berhenti Karena Demo,,Proyek SPAM Putukrejo Berlanjut Dan Hampir Selesai
METRORAKYAT.COM, MALANG – Pembangunan proyek jaringan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Perumda Tirta Kanjuruhan (Perumda) Kabupaten Malang, yang berada di desa Putukrejo, Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang, sempat dihentikan sementara dikarenakan aksi demo warga beberapa waktu lalu.
Mandeknya pekerjaan itu dilakuakn setelah aksi demo puluhan warga Desa Putuktejo yang mendatangi kantor Desa setempat ,disinyalir warga kesal dan protes terhadap Pemdes karena merasa tidak ada sosialisasi kepada warga. Sehingga warga merasa tidak dianggap penting ,menuntut agar proyek pembangunan SPAM yang tengah dikerjakan dihentikan.
Namum semua itu sudah selesai bahkan proyek pengerjaan Perumda mendapat tinjauan ulang dari pihak Kecamatan serta dari Perumda tirta Kanjuruhan dan desa,dua hari setelah insiden demo proyek pengerjaan SPAM tersebut berlanjut dan hampir selesai.
Tampak pekerja dan aktivitas pembangunan penggalian pipa jaringan SPAM Putukrejo ini yang sebelumnya vacum mulai aktif kerja , bahkan alat berat yang sebelumnya berhenti kembali beroperasi.
Direktur utama Syamsul Hadi, membenarkan yang sebelumnya proyek pengerjaan berhenti karena demo , selang beberapa hari sudah kembali aktif pengerjaannya bahkan sekarang hampir selesai.
“Alhamdulillah masalah SPAM Putukrejo tepatnya sumber wadon sudah normal gak ada masalah ,dan sudah di selesaikan dengan damai baik pemdes dan warga ,proyeknya berjalan lancar bahkan sudah hampir selesai ,” jelas Syamsul Selasa (30/12/2025).
Menurutnya, pembanguna SPAM tersebut di butuhkan karena volume pemakai air khusunya wilayah kecamatan gondanglegi itu sangat membutuhlan air ,Syamsul menyampaikan, bahwa saat ini tinggal sedikit dan pasokan air segera tercukupi.
“,Kita mengupayakan pelayanan terhadap warga masyarakat terkait air bersih benar benar tercukupi sesuai target,sebentar lagi masuk tahun 2026 pastinya pelayanan kita harus jaih lebih baik lagi kita berharap mudah mudahan lancar tanpa ada kendala lagi ,”tegas Syamsul.
Sebelumnya, dirinya menanggapi adanya tuntutan warga pada aksi protes SPAM Putukrejo, Direktur Utama Perumda Tirta Kanjuruhan H. Syamsul Hadi menyebut, pihaknya telah melengkapi perizinan pada pembangunan SPAM di Sumber Wadon yang kini dipersoalkan warga setempat.
“Kami sudah jelaskan sedangkan perizinan sudah kami cukupi semua, kalau izin tidak lengkap kami tidak berani melakukan pengerjaan, tapi izin ini semua sudah kami lengkapi,” ujar Samsul.
Proyek pembangunan SPAM di Sumber Wadon tersebut dilakukan untuk kepentingan yang lebih besar, terutama yang berkaitan dengan pasokan air minum.
Bahkan dirinya tidak menampik bahwa di Desa Putukrejo sudah ada pengelolaan Hipam (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum) untuk melayani kebutuhan air warga sekitar.
“Terus terang kami sanhat tidak mengganggu Hipam , juga tidak melakukan pendistribusian air melalui PDAM. jadi jelas kami tidak saling mengganggu,” tegas Samsul.
Terkait tuntutan kompensasi , Syamsul mengatakan biasanya berkaitan dengan pengunaan aset. Menurutnya, jika memang ada aset masyarakat atau desa yang digunakan proyek pembangunan SPAM itu, maka dari itu kami pihak Perumda Tirta Kanjuruhan bersedia untuk merealisasikan kompensasi sebagaimana mestinya. (MR/Pro)
