JAGA KETERTIBAN, KOREM 083 KONSOLIDASIKAN JAJARANNYA

JAGA KETERTIBAN, KOREM 083 KONSOLIDASIKAN JAJARANNYA
Bagikan

METRORAKYAT.COM | MALANG – Berangkat dari kondisi global dan perkembangan situasi di Indonesia Khususnya di wilayah Korem 083/Baladhika Jaya saat ini, penting sekali untuk melakukan antisipasi segala kemungkinan munculnya gangguan stabilitas diwilayah. Terkait hal itulah hari ini, Selasa,(20/6/17). Korem 083 melakukan konsolidasi terhadap personel di jajarannya dalam acara “Silaturrahmi Danrem 083/Bdj bersama aparat territorial dan aparat intelijen”.

Tema yang diusung pada kegiatan yang menghadirkan 520 personel dijajaran Korem 083 ini adalah “Mewujudkan aparat intelijen dan aparat territorial yang kuat dan tanggap terhadap segala potensi yang mengancam kedaulatan NKRI”. Untuk menambah wawasan personel Korem 083 maka turut diundang pula sebagai pembicara yaitu Dekan Fisip UIN Surabaya, Prof. Akh. Muzakki, M.Ag, Grad. Dip. SEA,. M.Phil, Ph.D dan Ketua MUI Kota Malang KH. Baidlowi Muslich.

Diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan dilanjutkan dengan penjelasan tentang latar belakang munculnya gerakan-gerakan radikal di Indonesia oleh Prof. Muzakki. Dikatannya bahwa agama Islam di Indonesia dikenal sangat moderat dalam arti bisa mewujudkan semangat toleransi ditengah keberagaman bangsa Indonesia. Hal ini disebabkan karena bangsa Indonesia begitu menjunjung nilai-nilai kesejarahan bangsanya. Namun ketika dunia semakin maju dengan pencapaian teknologinya maka secara tidak langsung memberikan pengaruh terhadap situasi yang ada di Indonesia. Melalui instrument teknologi yang canggih menciptakan ruang yang tanpa batas untuk menyebarkan radikalisme dan sekarang saja ada semacam baiat secara online dengan tariff Rp 2000”, ungkapnya.

Karena Islam di Indonesia ini moderat maka memberikan peluang terhadap kepentingan-kepentingan pihak asing yang ingin mendapatkan pengaruh disini (Indonesia). Hal inilah yang seharusnya dipahami bersama karena radikalisme dan terorisme di Indonesia semakin dekat dengan diri kita. Hars dipahami bahwasannya pencetus radikalisme itu sendiri merupakan orang-orang yang jauh dari kesejarahan Indonesia. Mereka hanya mengadopsi paham diluar Indonesia yang tentunya tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia”, Lanjutnya.

Dijelaskan lagi bahwa secara perlahan masuknya paham-paham dari luar ini merubah keseimbangan Islam di Indonesia. Oleh karena itu maka penting sekali melakukan upaya meredam pengaruhnya seperti memperkuat struktur keluarga, meningkatkan kerjasama dengan ormas-ormas yang moderat dan mengontrol Rohis (Unit kerohanian Islam) di sekolah-sekolah.

Danrem 083/Bdj mendapatkan kesempatan berikutnya untuk memberikan wawasan kepada personelnya pada acara tersebut. Berbagai perkembangan isu-isu yang terjadi menjadi materi pembicaraannya seperti komunisme, sara, narkotika, radikalisme/terorisme.

Terkait dengan komunisme, Danrem 083 menjelaskan secara rinci semenjak masuknya paham komunisme di Indonesia ketika pendudukan Belanda hingga upaya-upaya untuk membangkitkannya kembali dewasa ini. Disampaikannya bahwa sejak awal, komunisme di Indonesia telah memberikan pengaruh negatif dimana saja ia berada. Dengan cara memutarbalikkan fakta, komunisme selalu memecahbelah persatuan yang ada di Indonesia.

Meskipun saat ini sudah ditiadakan dengan terbitnya TAP MPRS no 25 tahun 1966 tentang penghapusan partai komunis namun mereka selalu berusaha membangkitkan kembali paham ini. Oleh karena itu maka paham ini menjadi bahaya laten yang patut untuk diwaspadai oleh bangsa Indonesia.

Selain bahaya laten komunis, potensi konflik lain juga hendaknya disadari oleh semua warga negara Indonesia yaitu peredaran narkotika yang begitu masif masuk ke wilayah NKRI. Isu-isu sara dan pengaruh paham-paham radikal tentunya juga sangat berpotensi memecahbelah persatuan dan kesatuan di Indonesia.

Pada sesi berikutnya, Ketua MUI Kota Malang menyampaikan ceramah agama singkat terkait dengan bulan Ramadhan dan pelaksanaan tugas prajurit sehari-hari. KH. Baidlowi mengatakan agar hadirnya bulan Ramadhan ini memjadi sebuah kesempatan untuk meningkatkan kualitas pribadi baik sebagai pribadi maupun kehidupan keprajuritan. Jika setiap pribadi mampu memaknai ibadah-ibadah di bulan suci ini tentunya akan memberikan dampak yang baik bagi kelangsungan berbangsa dan bernegara.(MR10/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.