Pj Walikota Pangkalpinang M.Unu Ibnudin Menghadiri Rapat Paripurna Kedua Puluh Satu Masa Persidangan III Tahun 2025

Pj Walikota Pangkalpinang M.Unu Ibnudin Menghadiri Rapat Paripurna Kedua Puluh Satu Masa Persidangan III Tahun 2025
Bagikan

METRORAKYAT.COM, PANGKALPINANG — Pj Walikota Pangkalpinang M.Unu Ibnudin Menghadiri Rapat Paripurna Kedua Puluh Satu Masa Persidangan III Tahun 2025 dalam agenda Penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026 .Ruang Sidang Paripurna DPRD Pangkalpinang Senin, (28/7/2025).

Pembahasan tersebut dihadiri Sekda, Seluruh Pejabat Eselon II, Dir. RSUD DH, Seluruh Kabag Setdako, Camat & Lurah Se-Kota Pangkalpinang.

Dalam sambutanya Pj Walikota Pangkalpinang M.Unu Ibnudin mengatakan Pendapatan daerah kota Pangkalpinang diestimasikan sebesar Rp .711,81 miliar yang terdiri dari
1) pendapatan asli daerah diproyeksikan sebesar Rp 210,76 miliar
2) pendapatan transfer diestimasikan sebesar Rp.494,83 miliar
3).lain lain pendapatan daerah yang sah sebesar Rp,6,22 miliar

Lanjutnya,Rencana belanja pada KUA — PPAS APBD tahun anggaran 2026 ini diproyeksikan sebesar Rp.872,01 miliar, dengan demikian terdapat defisit belanja sebesar Rp 160,20 miliar

“Komposisi pembiayaan daerah kota Pangkalpinang dalam rancangan KUA — PPAS tahun anggaran 2026, meliputi proyeksi penerimaan pembiayaan daerah yang bersumber dari SILPA tahun anggaran sebelumnya sebesar Rp.23 miliar dengan pengeluaran pembiayaan daerah sebesar Rp. 0 . ungkapnya Unu

Unu sampaikan,Berdasarkan komposisi APBD di atas terdapat sisa kurang pembiayaan anggaran dalam penyampaian rancangan KUA — PPAS tahun anggaran 2026 sebesar Rp.137,20 miliar

“Saya sangat mengharapkan pandangan,masukan dan koreksi yang konstruktif dari bapak ibu anggota dewan yang terhormat dalam menjalankan roda pemerintahan di kota Pangkalpinang,”, ujarnya.

Ia tegaskan, selaku mitra strategis, eksekutif dan legislatif ibarat dua sisi mata uang yang sama, bergerak selaras demi kemajuan pembangunan.

“Karena tampa sinergi di antara keduanya,arah pembangunan bisa kehilangan arah dan cita cita kesejahteraan hanya akan menjadi wacana tanpa realisasi,”tutupnya.(MR/RED)

Metro Rakyat News