Saran Pakar Soal Tarif 32 Persen Donald Trump untuk Indonesia

METRORAKYAT. COM, JAKARTA – Saat ini ekonomi global mulai tergoncang lantaran Donald Trump menaikan tax seluruh dunia. Tapi ada sejumlah negara yang tak dinaikan pajaknya antara lain Korea Utara, Singapura, Rusia, Kanada dan Mexico.
Tapi hampir puluhan negara seperti China 34 persen, India 26 persen, Jepang 24 persen, Thailand 36 persen dan negara lainnya.
Saya kira tim Ekonomi Prabowo harus cepat mengatasi dampak buruk yang akan terjadi. Apalagi rupiah rontok terburuk sejak reformasi yanh sudah tembus 17 ribu perdollar Amerika. Dan euro tembus Rp18 ribu.
Saya kira Prabowo bisa libatkan penasehat Danantara Ray Dalio lantaran investor ini berasal dari Amerika. Memang sudah tepat Ketua KADIN Anandya Bakrie akan berangkar ke AS untuk melakukan negosiasi terhadap Goverment Policy dari Presiden Amerika.
Menurut laporan JPMorgan bahwa hampir 60 persen ekonomi bergejolak dan bergoncang.
Seandainya di era ini ada para ekonom handal seperti Marie Muhammad,, Radius Prawiro, Widjojo Nitisastro, JB Sumarlin, Ali Whardana sampai mendiang Rizal Ramli maka bisa saja diantisipasi The global economic crisis atau krisis ekonomi global. Bayangkan dua ekonom ulung Widjojo dan Ali Whardana membuat inflasi turun dari 600 persen turun hingga 10 persen. Bahkan dollar yang menyentuh angka Rp 16.800 turun hingga Rp 6.550. Ini prestasi spetakuler.
Bahkan ekonomi di era Presiden ke-2 Soeharto jelang lengser economic of growth (pertumbuhan ekonomi) tembus 7,8 persen dan itu belum ada yang mampu menyamai.
Ada ekonom handal mendiang Rizal Ramli yang mampu menaikan ekonomi 7 persen dari -3 naik sampai +4. Ini juga hal yang spektakuler. Tapi sekarang Inodesia belum mampu menemukan para ekonom tersebut. Era Presiden SBY rata-rata pertumbuhan ekonomi 6 persen dan Jokowi hanya 5 persen.
Nah saat krisis seperti ini Prabowo membutuhkan konsep dan pemikiran ekonom Boediono yang juga mantan Wapres Presiden SBY, Chatib Basri mantan Menteri Keuangan SBY, Fuad Bawazier mantan Menteri Keuangan era mendiang Soeharto. Dan perlu juga mendengar saran dari ekonom lainnya Anthony Budiawan, Fitra Faisal, Januar Eko Prasetio, Ekonom senior INDEF Tauhid Ahmad.
Atau bisa saja Prabowo merekrut ekonom yang saat ini sedang berada di luar negeri. Bisa juga lakukan naturalisasi para diaspora di luar.
Atau bisa juga orang kepercayaan Elon Musk masuk penasehat Danantara kalau Elon tak bersedia rekrut aja manajemennya di Space X, Tesla atau X.
Atau bisa lewat Harry Tanoesusibyo yang pinya hubungan kedekatan bisnis dengan.Trump. Siapa tahu berhasil lewat negosiasi dan pajak bisa turun 10 persen atau 5 persen.
Kalau gagal, maka dolar bisa terpuruk hingga 17.500 bahkan lebih, akan ada PHK besar-besaran bisa saja di atas 100 ribu buruh. Dan juga banyak pabrik bakal tutup contoh, pabrik garmen sampai furniture. (MR/Jr/rel)
