Dua Anggota DPRD Medan di Komisi III Dikabarkan Cekcok Saat di Toilet
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Dikabarkan, usai melaksanakan rapat dengar pendapat (RDP) di komisi III yang mana dihadiri ketua Komisi dan seluruh anggota DPRD komisi III, tiba tiba terdengar keributan di toilet lantai 3 gedung DPRD Medan, Selasa (18/3) sekira pukul 13.00 Wib.
Menurut informasi dari saksi mata yang minta namanya tidak dituliskan menyebut, saat itu anggota DPRD Medan DS keluar dari ruangan menuju toilet, tidak lama kemudian DRS pun terlihat keluar dari ruangan komisi 3 menuju toilet.
“Entah apa yang terjadi saat di toilet, tiba tiba kedua anggota dewan itu sudah ribut saling memaki sehingga membuat seluruh ruangan heboh. Melihat kondisi tidak kondusif, maka petugas sekurity DPRD Medan langsung melerai kedua anggota dewan tersebut yang diketahui berasal dari dapil yang sama yaitu dapil 4,”ujar nya.
Saksi ini pun mengatakan sempat terjadi adu fisik yang disebabkan tersulut emosi yang tidak dapat terbendung. Saksi juga mengatakan saat kedua anggota legislatif periode 2024-2029 ini saling bersitegang disaksikan juga oleh ketua Komisi III dan Wakil Ketua DPRD Medan.
“Kejadian tidak berlangsung lama bang, sebab langsung dilerai oleh sekurity dan orang yang ada dilokasi, ” ujarnya.
Terpisah, informasi yang diterima dari staff nya DRS, menyebutkan awal mula kejadian tidak ada masalah diantara keduanya. Namun, kata staf dari partai Demokrat ini bahwa DRS merasa kurang dihargai saja oleh DS dan hanya menegur ketika keduanya bertemu di toilet.
” Bapak tadi bilang, tidak ada masalah diantara keduanya, cuma, Pak DRS mengaku hanya menegur DS agar lebih menghargai dirinya, “ujar staf DRS yang minta namanya disembunyikan.
Hasil konfirmasi yang dilakukan awak media kepada DS, bahwa dia dan koleganya tersebut tidak ada masalah selama ini, namun tiba tiba saja saat berada di kamar mandi (toilet), DS merasa tersinggung atas perkataan yang dilontarkan DRS kepada DS.
“Saya juga tidak tahu bg, tadi pas usai rapat saya ke toilet, namun dia (DRS-red) juga ke kamar mandi, terus dia mengatakan kepada saya seolah saya kurang menghargai dirinya. Saya merasa tidak senang mendengar itu, apalagi tuduhannya itu tidak benar. Ada lagi disebut nama Dodi. Itu kan nama staff komisi III. Dan semua anggota dewan di komisi III selalu manggil dengan sebutan Dodi. Jadi saya rasa kejadian tadi mis komunikasi saja, namun penyampaian rekan saya itu kurang pas dikatakan pada tempatnya, “pungkas DS. (MR/tim)
