Sepi Tangakapan dari Hasil Laut, Berimbas Pada Pedagang Dadakan di Kota Sibolga
MetroRakyat.com | SIBOLGA – Penjual pedagang dadakan yang ada di Jalan S.Parman didepan Markas Danlanal Sibolga sepi pembeli. Pasalnya, mayoritas penduduk didaerah tersebut bergantung penghasilan dari para Nelayan. Sementara, saat itu, penghasilan nelayan seperti tangkapan ikan dari laut minim diakibatkan faktor cuaca yang kurang baik beberapa hari ini.
Seperti keterangan dari salah seorang pedangang bernama Rahman Tarihoran, kepada wartawan Metror memaparkan 31kepada wartawan MetroRakyat.com, sangat mengeluhkan sepinya pembeli terutama disaat awal menjelang buka puasa. Menurutnya pembeli berkurang drastis ditahun 2017 ini. ” Tahun ini pembeli sangat berkurang dan sepi, tidak seperti tahun kemarin dimana peminatnya sangat banyak. Memang ada kabar, karena faktor cuaca dilaut yang kurang baik, sehingga tangkapan Nelayan berkurang, sementara warga disini mayoritas adalah nelayan dan mengharapkan penghasilan dari laut,” terang Rahman, Sabtu, (27/5/17)
Lanjut pedagang ini lagi, karena mayoritas sumber penghasilan warga ditempat itu adalah Nelayan, sehingga akibat tangkapan dari laut sepi, membuat warga mengurungkan niat untuk berbelanja.
” Pasar dadakan yang dipusatkan di Jalan S.Parman ini sudah merupakan tradisi sejak dulu, setiap menjelang puasa. Harga yang di pasarkan cukup murah dari biasanya daging kerbau di bandrol 130/kgnya, Engkel sop 25 ribu/kg, dan daging ayam 21ribu/kg, daging kambing dibandrol 85 ribu/kg. Harga harga ini lebih murah dari harga pajak daging yang ada di pasar tradisyonal,” cetusnya.
Keberadaan pasar dadakan dibulan menjelang puasa sangatlah membantu masyarakat sekitar, disamping harganya yang jauh lebih murah dari harga biasanya, kualitas dagingnya juga sangat bermutu. ” Kalau untuk harga, disini semuanya tergantung nego antara penjual dengan pembeli, jadi semuanya didasari suka-sama suka dan karena sifatnya dadakan, sehingga seluruh dagangan jangan sampai dibawa pulang oleh pedagang,” pungkas pedagang dadakan bermarga Tarihoran tersebut.(MR/marpaung)
