Kesekian Kalinya Mahasiswa ITM Tuntut Kapolrestabes Medan Dicopot Dan Stop Aksi Kekerasan Terhadap Mahasiswa. Ini Tanggapan Komisi A DPRD Medan…
MetroRakyat.com | MEDAN — Untuk kesekian kalinya puluhan mahasiswa dari Kampus ITM (Institut Teknologi Medan) berorasi sambil berjalan dari areal kampus menuju jalan HM.Jhoni dan jalan Sisingamangaraja, untuk menuntut Kapolrestabes Medan Kombes.Pol. Sandi Nugroho melepaskan ketiga rekannya aktivis mahasiswa yang diduga menjadi dalang kericuhan aksi demonstrasi Hardiknas 2 Mei lalu, dikawasan kampus Universitas Sumatera Utara, Sabtu (13/5/2017) sekira pukul 15.00 wib. Tidak hanya melaksanakan aksi demonstrasi tersebut, puluhan mahasiswa ini berjalan dan berkeliling diseputaran jalan Sisingamangaraja, sambil menampilkan aksi teaterikal yang menggambarkan sosok kekerasan Polisi terhadap Mahasiswa.

Salah satu aktivis mahasiswa ITM, Nazar Syafii kepada www.metrorakyat.com mengatakan bahwa aksi kali ini menuntut pihak Polrestabes Medan untuk mendengarkan aspirasi rekan-rekannya untuk membebaskan ketiga aktivis mahasiswa yang sudah ditahan di Polrestabes Medan.

“Kami meminta Polrestabes Medan bertanggungjawab dan melepaskan ketiga aktivis mahasiswa itu. Dan, kami tidak akan berhenti sampai disini. Karena perjuangan kami masih panjang. Jika tidak diindahkan, maka kami akan meminta bapak Kapolri untuk segera mencopot Kapolrestabes Medan karena dianggap tidak menjadi amanah rakyat”, pungkas aktivis yang dikenal vokal ini.
H.Waginto, DPRD Medan Desak Kapolrestabes Medan Dengar Aspirasi Mahasiswa.
H.Waginto ST.MT angkat bicara terkait persoalan tiga aktivis mahasiswa yang ditangkap pihak Polrestabes Medan beberapa waktu lalu. Politisi Partai Gerindra Medan ini meminta Kapolrestabes Medan agar memberikan solusi dan mediasi terkait permasalahan tersebut. Waginto juga mengkritisi Kapolrestabes Medan terkait penangkapan yang dilakukan pihaknya.


“Saya berpendapat hendaknya Polrestabes Medan membebaskan para mahasiswa tersebut, karena mereka (red-mahasiswa) juga adalah aset bangsa dan negara ini. Dan mereka masih berstatus mengayam pendidikan. Tidak harus main tangkap saja untuk penyelesaian masalah. Selain itu, Polrestabes Medan juga harus menjaga harkat dan martabat Polri. Jika Kapolrestabes Medan masih bertindak seperti ini, maka barang tentu pandangan awam melihat Polri sebagai sosok yang bukan pengayom, namun menakutkan bagi orang lain. Bisa tegas namun juga melihat sisi moral dan situasinya. Tidak harus main tangkap segala. Polisi dengan kata lain harus benar-benar sesuai dengan harapan rakyat serta visi misi Presiden dan Kapolri. Bukan atas sentimen pribadi”, pungkas Waginto saat ditemui dikediamannya. (MR/RED).

