Kabid Humas Polda Sulbar Himbau Warga untuk Hati-hati Maraknya Penipuan Berkedok Anggota Kepolisian

Kabid Humas Polda Sulbar Himbau Warga untuk Hati-hati Maraknya Penipuan Berkedok Anggota Kepolisian
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MAMASA — Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas), Polda Sulbar Kombes Pol Slamet Wahyudi menghimbau seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Sulawesi Barat untuk tetap berhati-hati dan waspada maraknya penipuan berkedok Polisi.

Kombes Pol Slamet Wahyudi mengungkapkan jika modus pelaku Biasanya menelpon dan mengku berasal dari Kepolisian, kepada target atau korbannya.

Dimana pelaku menelpon kepada korbannya jika salah satu anggota keluarga korban terjerat kasus Narkoba dan sedang di amankan.

Namun Slamet Wahyudi mengatakan jika modus pelaku bermacam macam untuk mengelabui korbannya.

“Bukan hanya Narkoba, yang menjadi modus pelaku untuk mengelabui korbannya tetapi pelaku terkadang mengabarkan jika keluarga korban terlibat pengeroyokan, pencurian dan berbagai kasus lainnya.,” kata Slamet Wahyudi.

Untuk itu, Kabid Humas Polda Sulbar meminta kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan berhati hati dan tidak langsung merespon untuk mempercayai hal-hal seperti itu.

Biasanya kata Kombes Pol Slamet Wahyudi, pelaku mengakui dirinya dari Kepolisian dan akan melebih-lebihkan hal buruk anggota keluarga korbannya yang seakan akan sudah di tangkap dan sedang diamankan kantor polisi.

Kemudian selanjutnya, pelaku melobi dan bersedia melepaskan anggota keluarga korban asalkan mengirimkan sejumlah uang ke rekening sang penelepon.

Slamet Wahyudi menjelaskan jika Peristiwa penipuan dengan modus seperti itu, baru-baru di alami korban atas nama Milda (49) warga asal Kabupaten Pasangkayu, dimana korban tersebut mengalami kerugian puluhan juta rupiah.

Sehingga korban Milda (49) melaporkan hal tersebut ke pihak kepolisian SPKT Polda sulbar. dengan laporan Polisi Nomor : LP/B/4/I/2024/SPKT/Polda Sulbar Tanggal 28 Januari tentang tindak pidana Penipuan.

“Hari Minggu kemarin, Milda melaporkan persoalannya ke SPKT Polda Sulbar, dan mengaku ditipu hingga rugi Rp 39.000.000 juta oleh orang yang mengaku-ngaku polisi narkoba di Polda Sulbar,” Ucap Kombes Pol Slamet Wahyudi, Senin (29/01/2024).

Slamet mengatakan, awalnya korban atas nama Milda dalam laporannya, mengaku mendapat telepon dari seseorang yang mengaku polisi narkoba.

Pelaku tersebut mengabarkan bahwa anak Milda (korban) atas nama “M” sedang ditangkap dan diamankan di Polda Sulbar karena kasus Narkoba.

Namun, pelaku penipuan tersebut dalam perbincangan lewat telepon bersedia melepaskan anak korban, asal korban menyanggupi untuk menebus sang anak senilai Rp 100 juta.

Karena panik serta dipenuhi rasa ketakutan dan kepanikan sehingga korban Milda (48) tidak ingat untuk melakukan konfirmasi terlebih dahulu kepada anaknya itu sehingga terjadi tawar-menawar uang tebusan, agar sang anak bisa segera dibebaskan.

Dari aksi tawar-menawar itu, negosiasi yang disepakati dari tebusan awal Rp. 100 juta terun ke angka 70 juta, kemudian 50 juta dan akhirnya sepakat diangka Rp. 40 juta namun korban Milda (49) hanya mentransfer Rp.39.000.000 juta ke rekening 000101124644508 a.n Fajar D Juliantoro sebanyak 4 kali transaksi di BRI link terdekat.

Usai melakukan transaksi dengan pelaku melalui transfer ke no. Rekening pelaku tersebut sebanyak 4 kali.

Korban baru sadar menjadi korban penipuan setelah korban Mila (49) menghubungi nomor pelaku penipuan tetapi nomor tersebut sudah tidak aktiv lagi.

Korban Milda (49) lebih yakin jika dirinya menjadi korban penipuan dan mengalami kerugian sebanyak puluhan juta rupiah setelah mengetahui jika nama penyidik yang di sebutkan sebelumnnya oleh pelaku tidak ada di Polda Sulbar.

Kabid Humas menjelaskan kemungkinan ada pihak yang mengetahui persis persoalan anak korban karena informasi yang disampaikan akurat, sehingga dimanfaatkan untuk mengelabui korban.

“Ingat hati-hati dan jangan langsung percaya saat ada telepon dari seseorang, usahakan konfirmasi dulu,”pungkasnya.(MR/Sakaria)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.