4 Hari Melaksanakan Reses, Edward Hutabarat Masih Banyak Menerima Keluhan Warga Tentang Layanan BPJS Nakes, Perbaikan Infrastruktur dan PKH
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Setelah melaksanakan reses III Tahun 2023 di empat (4) lokasi berbeda, Edward Hutabarat mengetakan masih banyak menerima keluhan warga di tiap tempat pelaksanaan reses yang dilakukannya antara lain masalah pelayanan BPJS Nakes yang kurang maksimal, perbaikan Jalan dan drainase serta masalah pendidikan dan pelayanan administrasi kependudukan yang dinilai masyarakat kurang maksimal.
Edward Hutabarat melaksanakan Reses dari tanggal 8 – 11 Desember tahun 2023. Adapun lokasi pelaksanaan reses anggota DPRD Kota Medan Drs.Edward Hutabarat yakni sesi pertama di Jalan Gereja No.35 Lingkungan IV samping Gereja HKBP Karya Pembangunan Kelurahan Cinta Damai Kecamatan Medan Helvetia. Selanjutnya sesi ke 2 di Jalan Speksi Kelurahan Helvetia Timur Kecamatan Medan Helvetia, sesi ke 3 di Jalan Danau Poso Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat dan di Lapangan Wijaya Kesuma (Belakang Polsek Helvetia) Kelurahan Helvetia Tengah kecamatan Medan Helvetia Kota Medan
Di setiap pelaksanaan Reses yang dilakukan, Edward Hutabarat selalu menjelaskan fungsi dari pelaksanaan reses yang dia lakukan bersama 49 anggota Dewan lainnya yang duduk di DPRD Kota Medan. Tujuan adalah untuk mendengar langsung keluhan masyarakat terkhusus di dapil masing masing sehingga dapat dicari solusi dan diparipurnakan untuk dapat ditindaklanjuti oleh pemko Medan.
Pada sesi tanya jawab penyampaian aspirasi, seorang warga bernama Sumiarti warga jalan Gereja mengaku ingin mendapatkan kartu BPJS Kesehatan gratis dari pemerintah. Selain itu warga ini pun mengaku tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintahan baik PKH, BLT dan lain sebagainya. Padahal menurutnya ada warga yang ekonominya mapan malah mendapat bantuan.
Mendengar itu, Edward Hutabarat menjelaskan bahwa untuk pengurusan kartu BPJS Kesehatan gratis terlebih dahulu warga didaftarkan ke kantor kelurahan selanjutnya ke kantor Dinas Sosial untuk selanjutnya diusulkan ke BPJS Kesehatan pusat.
” Namun, saat ini sudah ada program UHC atau Universal Health Coverage dan program Jaminan Kesehatan Medan Berkah (JKMB) cukup dengan membawa kartu tanda penduduk asli Medan langsung dapat berobat secara gratis. Sehingga meskipun tidak mempunyai BPJS Kesehatan gratis sudah bisa berobat gratis,”sebut Edward.
Selanjutnya sambung Edward lagi, untuk bantuan BLT, PKH dan bantuan dari pemerintah lainnya saat ini penerima bantuan harus terdaftar di DTKS. “Cara mendaftar melalui Kepling, diteruskan ke petugas pendata DTKS yang ada di kantor lurah agar didaftarkan pada Aplikasi Sistem Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG) yaitu merupakan aplikasi nasional untuk penerima segala jenis bantuan pemerintah. Aplikasi ini memuat Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),”kata Edward.
Selanjutnya bagi penerima yang dianggap tidak layak maka akan dikeluarkan dari daftar DTKS dengan memasukkan data warga yang layak sebagai penerima bantuan melalui musyawarah kelurahan (Muskel).
Begitu juga keluhan yang diterima di Jalan Speksi Kelurahan Helvetia Timur. Warga bernama Jhon Sinaga mengatakan memiliki kartu BPJS Kesehatan mandiri namun sudah lama tidak menunggak. Jhon mengatakan pernah berobat di salah satu rumah sakit namun saat menggunakan Kartu BPJS disarankan agar melunasi tunggakan terlebih dahulu. “Itulah saya ingin bertanya bagaimana agar bisa mendapatkan BPJS gratis dari pemerintah. Dan jika tidak apa solusi,”sebut warga tersebut. Menjawabnya, kembali Edward Hutabarat yang merupakan politisi dari partai PDI Perjuangan kota Medan ini menjelaskan bahwa saat ini pemko Medan sudah memiliki program layanan kesehatan gratis bernama JKMB dan UHC.
” Sekali lagi saya terangkan bahwa kepada warga kota Medan yang belum memiliki kartu BPJS Kesehatan maupun memiliki namun tertunggak, jika ingin berobat naik di rumah sakit atau ke puskesmas sudah dapat langsung berobat hanya membawa KTP dan Kartu Keluarga. Bila ada warga yang tidak dilayani dengan baik silahkan mengadukan pelayanan yang kurang baik tersebut kepada saya. Nanti saya akan membantu bapak dan ibu sekalian,”ujar Edward.
P. Hutahaean, warga Jalan Danau Poso Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat menyebut Program yang dipaparkan oleh wakil rakyat asal dapil satu ini sangat bagus. Dia pun mendoakan agar Edward Hutabarat dapat duduk ke tiga kalinya di DPRD Kota Medan. Namun warga tersebut hanya menginginkan drainase dan jalan di tempat nya sebelum pesta demokrasi dapat segera diperbaiki oleh pemko Medan.
“Kami ingin bukti dan janji, kami berharap sebelum pesta demokrasi selesai, jalan dan drainase kami yang sudah sumbat dan mengakibatkan banjir dapat diperbaiki,”terang warga tersebut.
Menjawabnya, Edward Hutabarat menjelaskan bahwa untuk perbaikan parit dan jalan di daerah danau Poso akan dilakukan oleh pemko Medan setelah proyek pembuatan rel kreta api selesai dikerjakan.
“Pemko Medan bukan tidak mau memperbaiki namun lokasi yang bapak sebutkan itu masih digunakan sebagai akses bagi truk truk proyek pengerjaan rel kreta api. Percayalah, selesai proyek pengerjaan pembuatan rel kreta api ini, semua parit dan jalan akan diperbaiki,”kata Edward yang mengakui dampak pembangunan rel kreta api berpengaruh terhadap infrastruktur warga di daerah tersebut.
Pada pelaksanaan Reses III Sesi 4 tahun 2023, Edward Hutabarat menerima keluhan warga tentang air bersih. Tiur Manalu warga perumnas Helvetia mengatakan sering aliran air bersih milik PDAM Tirtanadi mati dan ketika hidup air keruh. Selain itu Tiur meminta agar pemko memperhatikan para lanjut usia (lansia).
Menjawab nya, Edward mengatakan akan menindaklanjuti dengan akan berkoordinasi dengan pihak PDAM Tirtanadi. Untuk bantuan lansia, Edward mengarahkan warga untuk datang kerumah aspirasi di Jalan Jangka Ayahanda. Atau menghubungi staf nya bernama Rere. ” Nanti kita akan data dan bantu agar lansia di daftarkan ke dinas sosial Medan,”katanya.
Dikesempatan itu kepala Bank Sumut Kecamatan Medan Helvetia, Arif Lubis memaparkan pinjaman bank Sumut hanya sebesar 6 persen. Pinjaman dalam bentuk modal kerja. ” Modal kerja untuk tambah usaha. Dapat datang ke jalan Nusa Indah Raya Kelurahan Helvetia. KUR Super Mikro, KUR Mikro dan KUR Detail,”katanya.
Syarat KUR sangat ringan yakni foto kopi KTP, Kartu Keluarga dan surat keterangan usaha. Namun surat usaha menunggu persetujuan dari Bank.
Tidak lupa di penghujung pelaksanaan reses nya, Edward Hutabarat meminta warga untuk menuliskan keluhan dan permasalahan yang ada di lingkungan tempat tinggal pada kertas aspirasi yang telah di berikan pihak panitia acara diawal acara. ” Tadi bapak dan ibu sekalian ada diberikan kertas aspirasi. Silahkan tuliskan apa yang menjadi permasalahan dan keluhan bapak dan ibu sekalian pada kertas itu agar kami dapat menindaklanjuti nya kepada pemko Medan,”terangnya.
Usai memberikan penjelasan dan pemaparan kepada warga di 3 lokasi pelaksanaan reses ke 3 tahun 2023 tersebut, selanjutnya Edward Hutabarat memberikan suvenir, nasi kotak dan berfoto bersama warga undangan yang hadir. (MR/red)


