Tanpa Ada Koordinasi, Warga Keluhkan Pembangunan Pagar Tembok Menutupi Permukiman Di Sepanjang Jalan Haji Husni 2 Ulu
METRORAKYAT.COM, PALEMBANG – Warga keluhkan dengan dibangunnya oleh penerintah Provinsi Sumsel pagar tembok tinggi disepanjang Jalan Haji Husni Kelurahan 2 Ulu Kecamatan Seberang Ulu 1 menuju jembatan musi VI, diduga pembangunan tembok tersebut tanpa ada koordinasi dengan warga setempat yang ada disepanjang jalan tersebut.
Dengan dibangunnya pagar tinggi disepanjang jalan tersebut, maka rumah warga jadi tertutup. Kemungkinan permukiman warga akan digenagi banjir, karna drainase yang ada menjadi buntu.
Sebanyak jalan umum yang ada di Provinsi Sumsel bahkan Indonesia, baru jalan inilah yang dilakukan pemagaran tinggi. Biasanya di Jalan jalan sepert ini hanya dibangun portal untuk pejalan kaki, bukan pagar tembok tinggi.
Lurah Kelurahan 2 Ulu Dewi Khodijah, ST dihubungi awak media ini dikantornya mengatakan, pekerjaan pagar tembok pembatas jalan tersebut dari Pemerintah Provinsi melalui Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Provinsi Sumsel.
“Pekerjaan itu dari PU Bina Marga Provinsi Sumsel dan sebelum pelaksanaa pembangunan sudah berkoordinasi melalui perwakilan warga, pembangunan pagar tersebut dilakukan diperbatasan aset milik Pemerintah Provinsi,” katanya.
Lurah Dewi melanjutkan, sesuai info yang didapat saat dirinya bersama Camat Seberang Ulu 1 mendampingi pihak PU Bina Marga ke lokasi, selesai pagar tembok tersebut nantinya akan dibuat drainase sepanjang jalan Haji Husni.
“Nanti jalan lorong yang sudah lama ada untuk akses warga sehari hari, tidak dipagar. Dibuat pintu keluar masuk,” ujarnya.
Sementara itu ditempat berbeda salah satu Ketua Rt setempat didampingi warga menyampaikan, tidak pernah ada pemberitahuan ataupun diajak rapat terkait pembangunan pagar tembok ini.
“Kami tidak pernah diajak rapat ataupun diberi tahu prihal adanya pembangunan pagar tembok ini, tiba tiba para pekerja sudah mengerjakan tembok ini,” kata RB kepada awak media.
Menjadi ke khawatirannya, kalau bulan november ini musim hujan. Permukiman warga pasti banjir, dikarnakan drainase yang sudah ada ini tidak berpungsi lagi.
“Kami berharap agar pihak dinas terkait yang ada di Kota Palembang dan DPRD Kota Palembang dapat segera mengatasi keluhan kami selaku warga yang tinggal disepanjang jalan ini, gara gara dibangunnya pagar tembok pembatas jalan oleh Pemerintah Provinsi,” ungkapnya.
Sangat disayangkan hingga berita ini diterbitkan, pihak dinas dari PU Bina Marga Provinsi Sumsel belum berhasil dikonfirmasi oleh awak media. (MR/YP007)
