Diduga Tindakan Bidan Desa Belanti Bekerja Tidak Sesuai Prosedur, Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir Angkat Bicara
METRORAKYAT.COM, OGAN ILIR – Terkait pemberitaan kematian bayi yang viral baru-baru ini, bayi yang meninggal tersebut merupakan anak ke empat dari pasutri Romli dan Asiah warga Desa Belanti Kecamatan Tanjung Raja Kabupaten Ogan Ilir yang diduga meninggal secara tidak wajar pasca diambil sample darahnya oleh oknum Bidan Desa setempat berinisial Y.
Dengan adanya kejadian ini Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ogan Ilir Amir Hamzah merasa geram dan langsung angkat bicara.
Menurut Amir Hamzah, sangat menyayangkan hal demikian bisa sampai terjadi pada bayi tersebut. Dan dia mengecam keras atas dugaan adanya kelalaian yang dilakukan oleh oknum Bidan Y.
“Bila benar demikian, maka ini sangat disayangkan, seorang Bidan bertindak tak sesuai prosedur hingga berakibat fatal. Terlebih dia melakukan tindakan pengambilan sample darah pada sang bayi itu tanpa izin orangtua ataupun ada pemberitahuan sebelumnya,” kata Amir Hamzah, Selasa (29/08/2023).
Dia melanjutkan, terkait insiden ini pihaknya akan segera memanggil Bidan yang bersangkutan guna meminta penjelasan dan klarifikasinya.
“Ini menyangkut hilangnya nyawa seseorang, untuk itu Bidan tersebut nantinya akan kami panggil,” singkatnya.
Dalam pemberitaan yang viral tersebut Asiah (28) ibunda bayi malang itu saat melakukan proses persalinan yang ditangani dukun beranak, bayinya dalam keadaan sehat dan selamat.
Namun gara gara pasca disuntik Bidan Y tanpa izin darinya selaku orangtua, bayinya yang berjenis kelamin laki laki tersebut menangis terus semalaman hingga pagi harinya langsung sesak nafas dengan kondisi tubuh menguning.
Dalam pemberitaan itu Asiah menjelaskan, bahwa kedatangan Bidan Y bukanlah atas undangan ataupun permintaan pihak keluarga melainkan keinginannya sendiri diantarkan oleh tetangga.
Dipemberitaan tersebut dia menceritakan, bahwa pasca disuntik oleh Bidan Y anak tak henti-hentinya menangis dan darah terus mengucur deras. Selang beberapa saat darah pun sempat mampet.
Dan pas bedong dibuka darah kembali mengucur deras. Semalaman suntuk dia menangis terus sampai pukul 3 subuh. Di pukul 4 bayinya berhenti menangis, dia nampak sesak nafas dan badannya menguning.
Pagi harinya Bidan Y langsung bawa anaknya ke puskesmas lalu dirujuk ke RSUD Kayuagung. Jam 3 sore, anaknya meninggal dunia.
Tak terima dengan adanya kejadian yang menimpa anaknya, maka dia bersama keluarga melaporkan adanya kejadian ke APH. Dia bersama keluarga menuntut keadilan atas meninggalnya anak kesayangannya yang baru lahir tersebut. (MR/YP007)
