Di Asahan, Judi Kupon Togel Marak, Dan Narkoba Diberantas Hanya Pemakai Saja. Bandarnya Kapan Ditangkap ???
MetroRakyat.com | ASAHAN — Walau pimpinan Polri selalu menyatakan perang terhadap judi, namun judi jenis toto gelap (togel) di wilayah kota Kisaran, Kabupaten Asahan sepertinya dibebaskan dan bertransaksi secara terbuka. Tak tanggung-tanggung, para pekerja penulis togel berani terang-terangan mangkal di warung sembari menunggu calon pembeli. “Kami sudah tidak tahan lagi melihat bagaimana bebasnya judi togel kabupaten asahan ini. Biasanya calon pembeli datang ke warung di mana tukang tulis sering mangkal. Ada yang pakai kupon dan ada juga yang melalui SMS (short message service),” kata seorang pria kepada MetroRakyat.com, yang meminta namanya dirahasiakan, Minggu (23/4) jam 16.00 wib, di salah satu warung kopi di kota kisaran.
Pria ini menyebutkan, aparat penegak hukum terkesan tutup mata dan tebang-pilih untuk menangkap para pelaku judi togel di daerah mereka. ”Setahu kami, yang ditangkap itu hanya tukang tulis saja,dan itupun bukan dari salah satu anggota jaringan yang di duga menjadi satu lingkaran (jaringan) Kalau bandarnya, satupun tidak ada yang ditangkap,” sambung pria itu.
Masih kata Pria ini, bahwa disalah satu kecamatan seperti Hessa, Oknum Polsek diduga menjadi backing judi tebakan nomor itu. “Di Hessa, penulis atau bandar Togel ada dan nggak pernah tersentuh hukum. Karena setiap hari orang Polsek ambil setoran uang dari bandarnya. Pakaian Dinas lagi mereka mau ambil uangnya”, ucapnya.
Terpisah, seorang tokoh masyarakat NP mengatakan, sangat prihatin atas maraknya judi togel di wilayah kota Kisaran kabupaten asahan itu. ”Mana tugas aparat kepolisian di sana untuk memberantas judi? Apakah mereka sengaja membiarkan judi itu beredar bebas? Saya sebagai perantau tentu sangat prihatin atas situasi itu,” ujar NP. Ia berharap, agar Kapolres Asahan dapat segera menangkap bandar judi togel di Kota kisaran khususnya kabupaten asahan. ”Judi togel jelas melanggar hukum. Jadi, Kapolres Asahan, kita harapkan mampu menangkap bandar judi togel di wilayah kota kisaran itu,” harap NP.
Akitivitas judi Togel di wilayah tersebut dikabarkan berlangsung seminggu 3 kali putar siang dan malam, kegiatan itu terus berlangsung. Dalam kegiatan tersebut pelakunya seperti agen, pembeli dan bandar, berhubungan via ponsel. “Kita sudah tahu kinerja Kapolres Asahan yang selama ini sudah kita beri acungan jempol yang selalu memberantas narkoba yang ada di wilayah Kabupaten Asahan, tetapi kenapa judi togel yang saat ini marak pihak petugas sudah kebobolan. Ini sudah menjadi tanda tanya bagi kita masyarakat Asahan,” imbuhnya. “Seperti ini yang berada di Jalan Diponegoro Kisaran inisial S, itu sudah jelas setiap sore, para agen togel langsung menyetor kepada S. Kalau memang pihak Polres Asahan tidak mengetahui, kami masyarakat Asahan meminta tangkap bandar togel beserta kordinatornya,” tegasnya.
Team Undercover MetroRakyat.com sambangi Bandar Judi Inisial I di Hessa.
MetroRakyat.com mencoba mengecek kebenaran informsi yang disampaikan warga, ternyata benar adanya bahwa aktivitas judi nomor tebakan Togel itu marak dan terang-terangan. Hal itu dilihat saat MetroRakyat.com singgah disalah satu kediaman bandar berinisial I. Dari warga, I dikatakan sering melakukan aktivitas judinya dikediamannya. MetroRakyat.com masuk kerumah dan mencoba melihat aktivitas tersebut secara langsung. Akhirnya, benar adanya yang disampaikan warga. I bersama anggotanya ditemukan sedang melakukan aktivitas penerimaan rekap nomor togel. Melihat, ada orang yang tak dikenal mendatangi rumah I, tidak membuat I gentar atau takut, justru I melayani krew media ini dengan ramah. Selanjutnya I menanyakan identitas dan maksud tujuan kedatangan MetroRakyat.com kekediamannya.
I menawarkan uang 150 ribu rupiah sebagai uang transportasi. I mengakui banyak Oknum Polisi dan Wartawan hilir mudik dibantu olehnya, bantuan tersebut dimaksud I yakni memberikan uang. Tak hanya itu, I mengaku juga bahwa bebasnya judi diwilayahnya adalah hal biasa, karena semua oknum kepolisian sudah menerima setoran harian darinya, dan untuk biaya keperluan lainnya, Oknum Polisi juga diduga menerima sejumlah barang-barang keperluan ATK seperti Meja, Kursi, AC dan lainnya. Hal ini dimanfaatkan I agar Polisi jangan mengganggu aktivitas perjudian yang dikelolanya. Ditanyakan kemanakah I menyetorkan omzet tersebut, I mengaku menyetor kebandar besar lainnya berinisial Nainggolan.
Sembari berbincang-bincang, silih berganti I melayani para pembeli dan sub agen togel untuk menyetor nomor tebakan yang sudah dibeli oleh warga dikecamatan Hessa tersebut.
Selain judi, MetroRakyat.com mendapati informasi bahwa Polres Asahan selama ini melakukan penangkapan hanya berfokus kepada Pemakai / Pengguna Narkoba saja. Sedangkan sang bandar diketahui masih leluasa, dan diduga dibecking oleh oknum Polres Asahan. (MR/Team).
